<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>It's Time To Change</title>
	<atom:link href="http://nichwans.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nichwans.wordpress.com</link>
	<description>Biasakanlah Kebenaran. Jangan Membenarkan Kebiasaan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Oct 2011 04:59:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nichwans.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/ef2fab66cf6d4a1f30e19a082e9d8e49?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>It's Time To Change</title>
		<link>http://nichwans.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nichwans.wordpress.com/osd.xml" title="It&#039;s Time To Change" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nichwans.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Makna Kesuksesan</title>
		<link>http://nichwans.wordpress.com/2011/10/15/makna-kesuksesan/</link>
		<comments>http://nichwans.wordpress.com/2011/10/15/makna-kesuksesan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Oct 2011 15:22:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Nui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>
		<category><![CDATA[arti sukses]]></category>
		<category><![CDATA[makna bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[makna sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nichwans.wordpress.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Jika kita ditanya, apakah anda ingin sukses? Tentu dengan tegas kita akan menjawab : “saya ingin sukses!, bahkan sangat ingin sekali sukses”. Begitu pula jika kita bertanya kepada orang lain. Coba kita tanya suami, saudara, tetangga atau siapa saja orang yang kita temui. Apakah mereka juga menginginkan kesuksesan sama seperti kita yang menginginkannya? Hampir dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=159&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika kita ditanya, apakah anda ingin sukses? Tentu dengan tegas kita akan menjawab : “saya ingin sukses!, bahkan sangat ingin sekali sukses”. Begitu pula jika kita bertanya kepada orang lain. Coba kita tanya suami, saudara, tetangga atau siapa saja orang yang kita temui. Apakah mereka juga menginginkan kesuksesan sama seperti kita yang menginginkannya? Hampir dapat dipastikan mereka semua akan memberikan jawaban yang sama, yaitu meraka pun ingin sukses. Tidak ada seorangpun yang menginginkan sebaliknya. Tak akan ada orang yang menginginkan kegagalan dalam hidupnya. Bahkan orang yang sekarang sudah sukses pun seringkali ingin menjadi lebih sukses lagi. Pendek kata, kesuksesan adalah harapan semua orang. Sehingga kita bisa melihat, begitu banyak orang yang mengejar kesuksesan. Mereka rela mengeluarkan tenaga dan pikiran. Tak sedikit yang mengorbankan  waktu mereka dan juga pengorbanan lainnya. Semua itu dilakukan hanya untuk mengejar apa yang dinamakan kesuksesan.</p>
<p>Lantas apa sih sebenarnya makna kesuksesan itu. Sampai-sampai begitu banyak orang yang mengiginkannya bahkan rela berkorban untuk mendapatkannya? Kemudian apa batasannya sehingga seseorang dapat dikatakan sukses? Jika pertanyaannya seperti ini, maka masing-masing orang akan mempunya jawaban yang berbeda satu sama lain. Misal, seorang anak SMA yang mengikuti tes masuk sebuah perguruan tinggi, bisa saja ia dikatakan sukses jika ia benar-benar berhasil masuk ke perguruan tinggi tersebut. Berbeda dengan seorang pegawai. Mereka bisa saja dikatakan sukses jika berhasil mendapatkan gaji besar serta posisi enak di tempat kerjanya. Lain halnya dengan seorang artis, penyanyi, entertainer  atau apalah sebutannya, mungkin baru dikatakan sukses jika album yang mereka buat terjual hingga ribuan copy di masyarakat. Kemudian mereka mendapat banyak penghargaan, sanjungan, dan pujian dari sana-sini.</p>
<p>Begitupun bagi seorang pengusaha, pejabat atau lainnya. Ukuran kesuksesan mereka tentu berbeda satu dengan lainnya. Dari sini jelaslah bahwa arti kesuksesan itu mungkin berbeda-beda untuk setiaap orang.  Walaupun begitu, kita tetap bisa mendefinisikan arti sukses secara umum, dimana yang dimaksud sukses adalah berhasil mendapatkan/mencapai apa yang dinginkan atau dicita-citakan</p>
<p>Sehingga bagi seseorang yang bercita-cita dapat masuk ke perguruan tinggi ternama, mungkin ia akan merasa sukses jika ia benar-benar dapat masuk ke perguruan tinggi tersebut. Bagi seseorang yang bercita-cita ingin jadi artis penyanyi, bintang film, atau entertainer. Mungkin ia akan merasa sukses jika ia telah benar-benar berhasil menerbitkan album, atau membintangi sebuah film. Bagi orang yang bercita-cita ingin menjadi pejabat, memiliki mobil mewah, memiliki rumah mewah, atau bercita-cita menjadi pengusaha. Mungkin mereka akan merasa sukses jika telah benar-benar dapat mewujudkan semua yang dicita-citakannya. Inilah mungkin makna sukses yang difahami oleh kebanyakan orang. Mereka memahami pula bahwa kesuksesan akan membawa kepada kebahagiaan. Sementara ketidak suksesan atau kegagalan akan menghasilkan ketidak bahagia atau bahkan kesengsaraan.</p>
<p>Makna kesuksesan yang seperti ini, sebenarnya lahir dari pemahaman serba materi atau materialistis yang memang saat ini telah menguasai kehidupan kita. Materi telah dijadikan alat ukur satu-satunya dalam menentukan sukses tidaknya seseorang. Sehingga jika ada seseorang yang taat beragama, jujur, dan juga amanah. Hanya karena  pekerjaannya serabutan, rumahnya pun mengontrak (kontraktor), kemana-mana hanya jalan kaki atau paling banter naik sepeda, tidak dipandang sukses di mata masyarakat. Tapi sebaliknya, seseorang yang punya mobil mewah, rumah gedong, pekerjaan yang terhormat bahkan terkenal diseantero negeri, masyarakat memandangnya sebagai orang sukses. Padahal bisa jadi mereka mendapatkan semua itu dengan mengesampingkan agama, mengorbankan kejujuran, harga diri, bahkan bertindak semena-mena. Maka dari contoh ini, nampaklah bahwa pandangan hidup seseorang akan mempengaruhi pula pandangannya mengenai arti kesuksesan. Oleh karena itu pandangan seorang muslim  terhadap kesuksesan ini haruslah didasarkan kepada pandangan hidupnya sebagai seorang muslim, yakni akidah Islam.</p>
<p>Dalam hal kesuksesan dan kebahagiaan ini, Islam memiliki definisi dan batasan yang amat  jelas yang semestinya diyakini oleh seorang muslim. Dimana menurut Islam, seseorang dapat dikatakan sukses, bukan karena harta yang berhasil ia kumpulkan. Bukan karena jabatan yang berhasil ia duduki. Begitu pula bukan karena rumah mewah, mobil mewah beserta segala isinya yang ia miliki, dan bukan pula karena berbagai bentuk materi duniawi yang mampu ia kumpulkan di dunia ini. Semua itu, tidak pernah sedikitpun disebut-sebut di dalam Islam agar seseorang disebut sukses. Satu-satunya kesuksesan hakiki menurut Islam yang seharusnya kita raih, adalah ketika kita berhasil mendapatkan keridhoan Allah  dan berhasil memasuki surganya Allah SWT. Hal ini disebutkan di dalam  firman Allah SWT :</p>
<p dir="RTL"> أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ  (at-taubah:89)</p>
<p><em>&#8220;Allah telah menyediakan bagi mereka syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar&#8221;</em></p>
<p dir="RTL">قَالَ اللَّهُ هَذَا يَوْمُ يَنْفَعُ الصَّادِقِينَ صِدْقُهُمْ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (al-maidah:119)</p>
<p><em> &#8221;Allah berfirman: &#8220;Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah ridha terhadapNya. Itulah keberuntungan yang paling besar.&#8221;</em></p>
<p>Keberuntungan yang paling besar sebagaimana disebutkan dalam ayat tadi, adalah kesuksesan sesungguhnya yang layak diperjuangkan oleh seorang manusia khususnya seorang muslim.</p>
<p>Maka bagi seorang muslim yang menginginkan kesuksesan, haruslah menjadikan keridhoan Allah SWT sebagai target utama dalam kehidupannya. Memang tidak ada salahnya jika ia menginginkan pencapaian-pencapaian yang bersifat materi. Memiliki rumah mewah, memiliki kendaraan lebih dari satu, tidaklah terlarang bagi seorang muslim. Begitu pula tidaklah berdosa ketika seorang muslim ingin menjadi pengusaha, pejabat negara, atau kedudukan-kedudukan tinggi lainnya. Asalkan semua itu, tidak memalingkannya dari usaha untuk mencapai target tertinggi kehidupannya, yakni meraih keridhoan Allah SWT.  Dan memang Islam juga telah memberikan panduan yang jelas bagaimana agar kita bisa mencapai target tertinggi tersebut.</p>
<p>Hanya saja, meskipun Islam telah menjelaskan makna dari kesuksesan dan kebahagiaan serta telah  memberikan panduan kesuksesan itu, tetapi pada kenyataannya tetap saja banyak manusia yang memilih jalan lainnya. Sehingga keadaan mereka di dunia ini pun menjadi beragam. Seorang ulama pernah mengelompokan keadaan manusia dalam hubungannya dengan kesuksesan atau kebahagiaan ini menjadi empat golongan :</p>
<ol>
<li>سعيد فى الدنيا وسقى فى الأخرة  Pertama, orang yang bahagia/sukses di dunia tapi celaka di akhirat. Orang seperti ini banyak kita temukan dalam kehidupan kita. Di dunia dia kaya, punya rumah mewah, mobil mewah, istri cantik atau suami tampan. Dia punya jabatan dan dikenal banyak orang. Akan tetapi semuanya didapatkan dengan jalan menghalalkan segala cara. Dia tinggalkan aturan agama, dia kesampingkan syariat Allah bahkan kekayaan yang dimilikinya itu semakin membuatnya lupa akan tujuan dirinya diciptakan, yakni untuk menyembah dan beribadah kepada Allah SWT. Orang seperti ini menjadikan hidupnya hanya untuk mengejar kekayaan dunia. Bahkan seringkali mereka pun menghalang-halangi dan memusuhi para penyeru kepada jalan kebaikan. Maka orang yang terlalu mencintai kehidupan dunia dan lupa akhirat sesungguhnya dia akan celaka di akhirat.</li>
<li>سقى فى الدنيا وسعيد فى الأخرة Kedua, orang yang celaka di dunia namun bahagia di akhirat. Celaka disini maksudnya ketika di dunia dia miskin dan hidup serba pas-pasan tetapi kemiskinanya itu tidak membuatnya gelap mata hingga meninggalkan aturan Allah SWT. Seluruh perintah dan kewajiban dari Allah tetap ia kerjakan. Begitu pula dengan larangan dan yang diharamkan-Nya, senantiasa ia jauhi. Maka orang seperti ini, meskipun di dunia terlihat tidak sukses di mata masyarakat, akan tetapi di akhirat kelak akan digolongkan sebagai orang yang sukses dan bahagia  اولئك هم الفاءزون</li>
<li>سقى فى الدنيا وسقى فى الأخرة Ketiga, orang yang celaka di dunia dan di akhirat. Golongan yang ketiga ini, adalah yang paling merugi. Sudahlah miskin di dunia, rumah ngontrak, pekerjaan tidak punya, segala sesuatunya serba kurang ditambah lagi ia tidak mau melaksanakan aturan dan hukum-hukum Allah SWT. Dia membangkang kepada Allah, dia tidak mau beribadah, kewajiban dia tinggalkan, malah sebaliknya dia malah mengerjakan larangan-larang Allah SWT. Pendek kata, ia menjalani hidup ini sekehendak hati dan nafsunya belaka. Naudzubillah tsumma naudzubillah minzalik.  Orang seperti ini banyak kita temukan disekitar kita bahkan kita sering melihat orang seperti ini ada juga yang  sombong. Ya Allah … Ya Karim … kalau orang kaya tapi sombong itu wajar tapi kalau orang yang semacam ini apa yang mau disombongkan?</li>
<li>سعيد فى الدنيا وسعيد فى الأخرة  Keempat, orang yang bahagia di dunia dan akhirat. Nah ,,,, inilah idaman setiap insan, ketika di dunia dia mempunyai harta banyak, hidup serba berkecukupan, keluarga yang bahagia terlebih lagi punya anak-anak yang sholeh. Dia dengan kekayaannya tidak lupa untuk selalu beribadah kepada Allah dan senantiasa berbuat kebaikan, contohnya memberi sedekah pada orang miskin dan anak yatim karena dia tahu bahwa harta yang dia peroleh terdapat hak orang lain. Orang semacam inilah yang akan menjadi penghuni surga kelak. Semoga kita bisa menjadi manusia yang seperti ini ,,, Amin ya Rabbal Alamin ,,,</li>
</ol>
<p>Dari keempat kelompok manusia tadi, mungkin yang terakhir inilah kelompok yang paling ideal. Kalau pun kita tidak berhasil menjadi kelompok yang ke empat ini, paling tidak kita mengusahakan untuk menjadi kelompokyang jedua. Yakni yang meskipun di dunia tidak begitu berhasil. Kita tidak bisa kaya, tidak bisa punya rumah mewah, ataupun kendaraan serta jenis kekayaan lainnya. Tapi jangan sampai kita tidak mendapatkan kesuksesan di akhirat kelak.</p>
<p>Dari sini jelaslah bahwa kesuksesan hakiki menurut Islam adalah kesuksesan nanti di akhirat. Adapun kesuksesan hidup di dunia ini hanyalah kesuskesan semu saja. Karena sesungguhnya, apa yang kita dapatkan di dunia ini, kekayaan yang kita kumpulkan, kedudukan yang kita raih, dan semua pencapaian duniawi kita akan kita tinggalkan begitu saja ketika kita mati nanti. Maka nasib kita  sesungguhnya adalah keadaan kita nanti di akhirat. Apakah kita bisa sukses di sana atau sebaliknya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://nichwans.wordpress.com/category/islami/'>Islami</a>, <a href='http://nichwans.wordpress.com/category/islami/tausiyah/'>Tausiyah</a> Tagged: <a href='http://nichwans.wordpress.com/tag/arti-sukses/'>arti sukses</a>, <a href='http://nichwans.wordpress.com/tag/makna-bahagia/'>makna bahagia</a>, <a href='http://nichwans.wordpress.com/tag/makna-sukses/'>makna sukses</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nichwans.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nichwans.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nichwans.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nichwans.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nichwans.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nichwans.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nichwans.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nichwans.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nichwans.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nichwans.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nichwans.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nichwans.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nichwans.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nichwans.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=159&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nichwans.wordpress.com/2011/10/15/makna-kesuksesan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66e568c3c9190a3feab77708fecda22f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ichwan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tiga Pilar Penopang Tegaknya Syariat Islam</title>
		<link>http://nichwans.wordpress.com/2011/10/15/tiga-pilar-penopang-tegaknya-syariat-islam/</link>
		<comments>http://nichwans.wordpress.com/2011/10/15/tiga-pilar-penopang-tegaknya-syariat-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Oct 2011 15:13:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Nui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[pilar tegaknya syariah]]></category>
		<category><![CDATA[pilar islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nichwans.wordpress.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[ الحمد الله الحمد الله الذي خلق الخلقَ ليعبدوه وجعل لهم أجلا للقاءه هم بالغوه واشهد أن لا اله إلا الله وحده لا شريك له واشهد أن محمدًا عبده ورسوله أرسله الله تعالى بالهدى وهو العِلْمٌ النَّافِع ودينِ الحقِّ وهو العَمَلُ الصالح ليظهره على الدين كله ولو كره المشركون. فصلوات الله وسلامه عليه وعلى اله وأصحابه [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=148&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="rtl"><strong> </strong><strong>الحمد الله الحمد الله الذي خلق الخلقَ ليعبدوه وجعل لهم أجلا للقاءه هم بالغوه واشهد أن لا اله إلا الله وحده لا شريك له واشهد أن محمدًا عبده ورسوله أرسله الله تعالى بالهدى وهو العِلْمٌ النَّافِع ودينِ الحقِّ وهو العَمَلُ الصالح ليظهره على الدين كله ولو كره المشركون. فصلوات الله وسلامه عليه وعلى اله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم يبعثون. أما بعد:</strong><strong></strong></p>
<p dir="rtl"><strong> </strong></p>
<p dir="rtl"><strong>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ</strong><strong></strong></p>
<p dir="rtl"><strong> </strong></p>
<p dir="rtl"><strong>&#8221; يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا&#8221; </strong><strong></strong></p>
<p dir="rtl"><strong> </strong></p>
<p dir="rtl"><strong>&#8220;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا° يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا &#8221; </strong><strong></strong></p>
<p dir="rtl"><strong> </strong></p>
<p><em>Ma&#8217;asyirol muslimin</em><em> </em><em>rahimakumullah</em><em>, </em></p>
<p>Pada kesempatan yang mulia ini marilah kita  memanjatkan puji dan syukur kita kepada Allah SWT, atas segala nikmat dan karunia-Nya yang telah dilimpahkan kepada kita semua, terutama nikmat Iman, nikmat Islam, begitu juga dengan nikmat kesehatan. Sehingga dengan nikmat-nikmat tersebut, pada siang hari yang penuh berkah ini, kita bisa berkumpul kembali di masjid yang mulia ini untuk melaksanakan salah satu kewajiban kita kepada-Nya, yakni melaksanakan shalat Jumat secara berjamaah. Selanjutnya, marilah kita juga memohon kepada Allah SWT agar sholawat serta salam-Nya senantiasa dilimpah curahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Begitu juga kepada seluruh keluarga beliau, para sahabat dan para pengikutnya hingga hari pembalasan kelak.</p>
<p>Selanjutnya, di awal khutbah ini, khotib ingin mengajak diri khotib pribadi dan juga kaum muslimin, khususnya yang hadir pada kesempatan ini, agar senantiasa meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Dengan terus berusaha sekuat tenaga untuk melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.</p>
<p><em>Ma&#8217;asyirol muslimin</em><em> </em><em>rahimakumullah</em><em>, </em><em></em></p>
<p>Pada kesempatan khutbah kali ini, khatib ingin mengajak jamaah sekalian untuk merenungkan sejenak mengenai kondisi umat Islam pada masa-masa sekarang ini. Karena sesungguhnya, jika kita menyadari kondisi kita pada saat ini kemudian kita bandingkan keadaannya dengan umat Islam pada masa-masa kejayaannya, dan juga kita bandingkan dengan penggambaran yang disampaikan Allah mengenai sifat yang seharusnya dimiliki oleh Islam dan kaum Muslimin, maka kita akan menyadari bahwa keadaan kaum muslim pada masa sekarang ini tengah berada dalam keadaan sakit yang sangat kronis.</p>
<p>Allah SWT berfirman di dalam surat Ali-Imran 110 :</p>
<p dir="rtl"><strong>كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ </strong><strong></strong></p>
<p>“<em>Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah</em>”</p>
<p>Dalam ayat tersebut Allah SWT mensifati kita kaum muslim, sebagai umat yang terbaik. Bahkan terbaik diantara umat-umat yang pernah Allah turunkan ke muka bumi ini. Kita sama-sama tahu, bahwa seharusnya yang terbaik pastilah akan menjadi pemimpin, bukan yang dipimpin. Yang terbaik pastilah akan menjadi yang paling kuat bukannya yang lemah. Yang terbaik pastilah menjadi yang diikuti bukannya malah menjadi pengekor. Demikian pula, yang terbaik pastilah menjadi yang paling diperhitungkan, paling disegani, bahkan paling ditakuti oleh musuh-musuhnya. Demikianlah keadaan kaum muslim menurut yang digambarkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya. Sehingga seharusnya kaum muslim menjadi umat yang kuat, kaum muslim menjadi umat yang diperhitungkan, kaum muslim menjadi umat yang diikuti oleh umat lainnya, dan kaum muslim seharusnya menjadi pemimpin diantara umat manusia.</p>
<p>Dan keadaan demikian, yakni keadaan dimana kaum muslimin menjadi umat yang terbaik, benar-benar pernah terjadi. Jika kita baca sejarah, kita akan mendapati bahwa ternyata Islam dan kaum muslim pernah benar-benar mengalami masa kejayaannya. Dimana kaum muslim pernah  menjadi umat yang mulia tidak hanya di sisi Allah SWT, tetapi juga menjadi umat yang disegani baik oleh kawan maupun lawan, karena kekuatannya dan tehnologi yang dimilkinya, karena ketinggian  ilmu pengetahuannya, karena kekayaan yang dimilikinya, dan karena segala kelebihan-kelebihan yang dimilikinya.</p>
<p>Dalam bidang ilmu pengetahuan dan tehnologi misalnya, Islam dan kaum muslim telah banyak melahirkan penemuan-penemuan ilmiah. Seperti lensa kacamata, bahan peledak, obat-obatan dan lain sebagainya. Semuanya ditemukan oleh umat Islam. Begitu banyak pula ilmuwan-ilmuwan yang  dimiliki oleh kaum muslim. Bahkan hasil karya mereka banyak yang masih dipakai hingga saat ini, khususnya oleh dunia barat. Ibnu Sina atau yang di dunia barat lebih dikenal dengan sebutan Appecine yang terkenal dengan ilmu kedokterannya, Al-Hawarizmi, Abu-Qosim Al-Haitsami, dll hanyalah contoh dari sekian banyak ilmuwan yang dimiliki umat islam. Ini menunjukkan, bahwa tehnologi umat Islam sangatlah  maju mengalahkan umat lainnya.</p>
<p>Dalam bidang pendidikan, Islam dan kaum muslim telah memberikan sumbangan yang luar biasa kepada umat. Dimana banyak sekolah-sekolah, perguruanan-perguruan tinggi, dan pusat-pusat pendidikan telah mereka bangun. Bahkan begitu banyak pelajar-pelajar asing dari eropa yang berbondong-bondong berdatangan ke  negeri-negeri muslim karena tertarik dengan kehebatan dan kemajuan umat Islam ketika itu.</p>
<p>Dalam bidang ekonomi, umat islam pernah menjadi umat paling kaya. Dimana seluruh kebutuhan mereka benar-benar tercukupi dan terjamin, kekayaan benar-benar tersebar secara merata di tengah-tengah kaum muslim, bahkan dalam satu lintasan sejarah di masa Khalifah Harun Ar-Rasyid, beliau pernah kesulitan menemukan orang-orang yang mau menerima harta zakat karena mereka semua sudah merasa berkecukupan.</p>
<p>Dalam bidang kebudayaan pun umat Islam pernah memiliki kebudayaan yang teramat tinggi dan maju bahkan pernah menjadi rujukan kebudayaan dunia ketika itu. Umat Islam pernah benar-benar menjadi umat yang diikuti oleh umat-umat lainnya, kebudayaan mereka telah diikuti oleh dunia barat sebagaimana saat ini dunia barat telah diikuti oleh umat dan bangsa lainnya.</p>
<p>Begitu pula dalam bidang kehidupan lainnya, seperti bidang sosial, politik, pertahanan, militer, dan lain sebagainya. Umat Islam pernah benar-benar menjadi umat terbaik, umat yang diperhitungkan, umat yang berpengaruh dalam kancah kehidupan di dunia. Sehingga ringkasnya, ketika ada yang mendengar sebutan Islam dan kaum muslim, maka yang terbayang adalah kemajuan, yang terbayang adalah kehebatan, yang terbayang adalah kekuatan. Sehingga tidak ada satu pun yang berani melecehkan Islam dan kaum muslim ketika itu.</p>
<p><em>Ma&#8217;asyirol muslimin</em><em> </em><em>rahimakumullah</em><em>, </em><em></em></p>
<p>Bagaimana dengan keaadaan Islam dan kaum muslim pada masa sekarang ini?  Apakah kita mendapati umat Islam sebagaimana yang Allah gambarkan di dalam Alquran? Apakah umat Islam sekarang sama dengan di masa lalu? Sudah tentu semuanya benar-benar telah terbalik 180<sup>O</sup>. Saat ini kaum muslim sangatlah lemah hampir pada setiap aspek kehidupannya. Kaum muslim telah tertinggal jauh di belakang umat lainnya. Secara ekonomi, mereka telah menjadi miskin di tengah kekayaan alam yang mereka miliki, mereka terbelakang secara pendidikan apalagi dalam bidang tehnologi. Merekapun lemah dari segi kekuatan hingga tidak mampu berbuat apa-apa ketika harga diri mereka diinjak-injak. Mereka tidak berdaya ketika kehormatan mereka, kekayaan mereka dirampas oleh orang-orang kafir, bahkan mereka hanya bisa diam ketika kehormatan agama dan kehormatan  nabinya yang mulia diinjak-injak oleh orang-orang kafir musuh mereka. Bahkan saat ini, ketika ada yang mendengar sebutan Islam dan kaum Muslim, yang tergambar adalah sesuatu yang menyeramkan. Yang terbayang adalah  teroris, yang terbayang adalah kebodohan, kemiskinan dan banyak lagi sebutan negatif lainnya.</p>
<p><em>Ma&#8217;asyirol muslimin</em><em> </em><em>rahimakumullah</em><em>, </em><em></em></p>
<p>Demikianlah kondisi kita sekarang, kondisi yang begitu jauh berbeda dengan keadaan umat Islam pada masa sebelumnya. Maka, mungkin kita akan bertanya, mengapa pada satu masa Islam dan kaum muslim pernah begitu hebat, pernah begitu mulia sementara pada masa yang lain mereka bisa begitu lemah dan terpuruk. Padahal kalau kita perhatikan, Al-quran yang mereka miliki masih yang itu-itu juga. Dari dulu hingga sekarang, jumlah ayat dan suratnya pun masih segitu-gitu juga. Tidak lebih banyak atau lebih  sedikit dari sebelumnya. Begitupun dengan hadis-hadis dari Rasulullah SAW, masih itu-itu saja. Bahkan untuk mendapatkannya, tentu saat ini jauh lebih mudah jika dibandingkan dahulu. Tapi kenapa keadaan umat Islam saat ini berbeda dengan umat Islam sebelumnya? Inilah pertanyaan yang akan kita selidiki jawabannya.</p>
<p><em>Ma&#8217;asyirol muslimin</em><em> </em><em>rahimakumullah</em><em>, </em><em></em></p>
<p>Untuk menjawab pertanyaan tadi, sejenak mari kita perhatikan. Sesungguhnya, Islam akan tegak dan kaum muslim akan menjadi umat terbaik ketika pilar-pilar penopangnya terjaga dengan baik. Islam dan kaum muslim di masa lalu benar-benar memperhatikan hal ini. Mereka menyadari betul pentingnya pilar-pilar ini untuk menopang Agama dan kehidupan mereka. Paling tidak, ada tiga pilar utama yang akan menopang tegaknya Islam di tengah-tengah kehidupan ini.</p>
<p>Pilar pertama adalah adanya ketakwaan yang dimiliki oleh individu-individu kaum muslimin. Ketakwaan inilah yang akan mendorong seseorang untuk selalu berbuat  kebaikan dan ketaatan kepada Allah SWT, dan ketakwaan ini pulalah yang akan menjaga dan menjauhkan  seseorang dari melakukan pelanggaran dan penyimpangan. Karena orang yang takwa, menyadari sepenuhnya bahwa Allah SWT senantiasa mengamati setiap perbuatan dan tingkah lakunya. Dia juga menyadari, bahwa Allah SWT akan meminta pertanggung jawabannya  atas semua amal yang dia kerjakan. Sehingga dia akan selalu berusaha taat dan menjauhi perbuatan-perbuatan dosa dan maksiat. Seandainya pun dia terlanjur berbuat dosa, karena ketakwaannya ia akan segera menghentikan perbuatannya itu dan segera bertobat serta tidak akan mengulanginya. Sebagai  contoh di masa Rasulullah SAW, pernah ada dua orang yang berzina. Mereka adalah Maiz Al-Aslami dan Al-Ghomidiyah. Masing-masing berzina, yang sudah barang tentu tanpa diketahui oleh siapapun. Tapi karena didorong oleh ketakwaannya, akhirnya mereka  menghadap kepada Rasulullah SAW untuk meminta dihukum rajam dan disucikan. Padahal kalau mau, bisa saja mereka terus menyembunyikan dosa mereka. Tapi karena ketakwaan yang dimiliki  itu lah, mereka tidak merasa tenang sebelum mereka dihukum sebagai bentuk pensucian diri di hadapan Allah SWT.</p>
<p><em>Ma&#8217;asyirol muslimin</em><em> </em><em>rahimakumullah</em><em>, </em><em></em></p>
<p>Kita bisa lihat, saat ini pilar ketakwaan itu telah goyah bahkan hilang pada diri kaum muslim. Sehingga mereka dengan leluasa terus berbuat dosa, melakukan pelanggaran, dan kemaksiatan. Tanpa rasa khawatir akan adzab dari Allah SWT. Saat ini begitu banyak orang Islam yang meninggalkan kewajiban mereka. Meninggalkan ibadah yang difardhukan kepada meraka, mencampakkan hukum-hukum Allah SWT yang semestinya mereka terapkan. Mereka tidak lagi memperhatikan aqidah dan syariah Islam dalam kehidupannya. Tapi malah terus menjerumuskan diri ke dalam kemaksiatan, dosa, dan berbagai betuk pelanggaran. Mereka memakan riba, mereka berzina, mereka mabuk-mabukan, mereka berjudi, mereka korupsi dan lain sebagainya. Sehingga pilar ketakwaan yang seharusnya dimiliki oleh  individu itu benar-benar telah runtuh.</p>
<p><em>Ma&#8217;asyirol muslimin</em><em> </em><em>rahimakumullah</em><em>, </em><em></em></p>
<p>Adapun pilar yang kedua, adalah kontrol dari masyarakat. Yakni adanya ketakwaan yang dimiliki secara kolektif oleh masyarakat. Artinya, masyarakat yang takwa adalah masyarakat yang peduli terhadap penerapan syariat Islam, dan peduli juga terhadap setiap bentuk pelanggaran syariat. Masyarakat harus membenci seluruh perkara yang dibenci Allah, dan masyarakat harus mencintai apa yang dicintai Allah  SWT. Dan ini bisa  terwujud apabila amar ma’ruf dan nahyi munkar dilakukan oleh setiap individu masyarakat. Sebagai contoh, ketika ada seseorang yang terlihat melakukan pelanggaran syariat baik disengaja ataupun tidak. Misal, ada seorang muslimah  yang membuka aurat/tidak berjilbab di muka umum, atau ada dua orang laki-laki perempuan bukan mahrom yang berdu-duaan, atau melakukan bentuk kemaksiatan lainnya. Maka semua orang yang ada disekitarnya, akan mengingatkan dan mencegahnya agar menghentikan kemaksiatannya itu. Jika semua orang, secara kolektif melakukan kontrol semacam ini, sudah tentu tidak akan ada yang berani melakukan pelanggaran sekecil apapun di muka umum. Karena ketatnya kontrol masyarakat terhadap setiap orang.</p>
<p>Maka kita bisa lihat, pilar kedua ini pun saat ini sudah runtuh. Masing-masing orang tidak peduli lagi dengan pelanggaran, kemaksiatan yang terjadi disekelilingnya bahkan mereka sendiri malah menjadi pelaku pelanggaran dan kemaksiatan tersebut.</p>
<p><em>Ma&#8217;asyirol muslimin</em><em> </em><em>rahimakumullah</em><em>, </em><em></em></p>
<p>Adapun pilar terakhir, dan inilah pilar yang seringkali dilupakan yakni adanya kekuasaan atau negara yang menerapkan syariat Islam secara sempurna kepada rakyatnya. Pilar negara ini sesungguhnya yang akan menyempurnakan dua pilar sebelumnya yakni ketakwaan individu dan kontrol masyarakat. Karena negaralah yang mampu menerapkan Islam berikut melaksanakan hukum-hukum dan sanksi-sanki terhadap setiap pelanggaran. Negaralah yang bisa melaksanakan hukum potong tangan bagi pencurian, yang bisa melaksanakan hukum cambuk bagi perzinahan, bahkan negara bisa menghukum orang –orang yang meninggalkan sholat, meninggalkan puasa dan pelanggaran lainnya. Ringkasnya, dengan adanya negara yang menerapkan Islam, kemungkinan besar seluruh syariat Islam akan dapat dilaksanakan berikut sanksi-sanksi terhadap pelanggaran pun dapat dilaksanakan. Tetapi sebaliknya, tanpa negara yang menerapkan Islam, akan banyak hukum-hkum yang terlalaikan bahkan sulit diterapkan.</p>
<p><em>Ma&#8217;asyirol muslimin</em><em> </em><em>rahimakumullah</em><em>, </em><em></em></p>
<p>Pilar terakhir inilah yang selama berabad-abad tetap dimiliki oleh kaum Muslimin. Ketika itu kaum muslimin memiliki negara Khilafah, negara yang menjamin diterapkannya syariat Islam di tengah-tengah masyarakat. Negara khilafah ini pulalah yang menjadi pelindung umat Islam dari berbagai serangan musuh-musuhnya, baik serangan akidah, serangan budaya, bahkan menjadi pelindung bagi serangan-serangan fisik yang dilancarkan kafir penjajah ke negeri-negeri Islam.</p>
<p>Namun kini, umat Islam tidak lagi memiliki negara Khilafah yang menerapkan Islam secara kafah. Negara yang bisa menjaga akidah umat, menjaga kehormatan dan kemuliaan umat. Karena sejak delapan puluh tahun lalu negara itu telah dihapuskan dan diruntuhkan oleh orang-orang kafir beserta antek-anteknya. Digantikan oleh negara-negara kecil yang menerapkan hukum buatan penjajah, yakni demokrasi.</p>
<p><em>Ma&#8217;asyirol muslimin</em><em> </em><em>rahimakumullah</em><em>, </em><em></em></p>
<p>Setidaknya itulah alasan mengapa umat islam saat ini jauh berbeda dengan umat Islam di masa lalu. Karena saat ini, pilar-pilar penyangga tegaknya Islam yakni ketakwaan individu, kontrrol dari masyarakat, dan adanya negara yang menerapkan Islam secara kaffah semuanya telah runtuh dan tiada lagi.</p>
<p>Oleh karena itu, tugas kita saat ini adalah berusaha membangun kembali tiga pilar utama tersebut.</p>
<p>Kita tingkatkan ketakwaan pribadi kita kepada Allah SWT. Dengan menjalankan setiap perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Marilah Kita benahi dan perkuat akidah kita, kita tinggalkan kesyirikan dan kekufuran, kita tingkatkan kualitas amal dan ibadah kita, kita pelajari ilmu-ilmu dan hukum-hukum syariat, karena ketakwaan hanya akan dicapai jika kita telah memahami ilmunya. Dengan Ilmu, kita akan mengetahui mana larangan dan mana perintah Allah SWT sehingga tidak akan terjebak kepada kesalahan dan kemaksiatan akibat ketidak tahuan kita.</p>
<p>Kemudian, marilah kita bangun pilar yang kedua dengan melakukan amar ma’ruf dan nahyi munkar secara berjamaah di tengah-tengah masyarakat sehingga akan muncul kesamaan persepsi di tengah masyarakat. Dimana masyarakat akan membenci seluruh perkara yang dibenci oleh Allah SWT dan menyukai setiap perkara yang disukai dan dicintai Allah SWT. Mari kita lakukan da’wah secara bersama-sama, sehingga masyarakat akan semakin paham tentang syariat Islam. Dan merindukan agar Islam diterapkan di tengahtengah mereka.</p>
<p>Terakhir, mari kita sambut dan dukung setiap aktifitas yang dilakukan oleh kaum muslim yang tengah menuntut penerapan syariat Islam secara kaffah, penerapan Islam yang dilakukan oleh negara, tentu dengan cara-cara yang dibenarkan Islam dalam mengusahakannya. Bukan dengan cara-cara yang bertentangan dengan Islam itu sendiri. Sehingga mudah-mudahan kita akan kembali memiliki negara Khilafah, negara kaum muslim yang menyatukan mereka dalam ketaatan kepada Allah SWT.</p>
<p dir="rtl"><strong>بارك الله لي ولكم في القران العظيم. ونفعني واياكم بما فيه من الايات وذكر الحكيم. وتقبل مني ومنكم تلاوته انه هو السميع العليم&#8230;</strong></p>
<p dir="rtl"><strong>الحمد لله حمداً كثيراً طيباً مباركاً فيه وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له شهادةٌ أرجو بها النجاة يوم ألقيه وأشهد أن محمد عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين أما بعد</strong></p>
<p dir="rtl"><strong> </strong><strong>فيا أيها الناس اتقوا الله تعالى حق تقاته. </strong><strong>وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. فقد قال الله </strong><strong>تعالى في القران الكريم: </strong><strong>إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. </strong><strong>اللهم صلي على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم في العلمين إنك حميد مجيد اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم في العلمين إنك حميد مجيد</strong></p>
<p dir="rtl"><strong>اللهم اغفر المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات. انك سميع قريب مجيب الدعواة ويا قاضي الحاجاة..</strong><strong> اللهم اغفر لنا ذنوبنا وكفر عنا سيءاتنا وتونا مع الابرار. ربنا آغفر لنا ذنوبنا وإسرافنا في أمرنا وثبت أقدامنا وآنصرنا على القوم الكافرين. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وصلى الله على نبينا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين..</strong></p>
<p dir="rtl"><strong>عباد الله. ان الله يؤمركم بالعدل والاحسان واتاء ذي القربا وينهى عن الفهشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون&#8230;&#8230;..</strong><strong></strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://nichwans.wordpress.com/category/islami/khutbah/'>Khutbah</a>, <a href='http://nichwans.wordpress.com/category/opini/'>Opini</a> Tagged: <a href='http://nichwans.wordpress.com/tag/pilar-islam/'>pilar islam</a>, <a href='http://nichwans.wordpress.com/tag/pilar-tegaknya-syariah/'>pilar tegaknya syariah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nichwans.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nichwans.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nichwans.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nichwans.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nichwans.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nichwans.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nichwans.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nichwans.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nichwans.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nichwans.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nichwans.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nichwans.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nichwans.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nichwans.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=148&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nichwans.wordpress.com/2011/10/15/tiga-pilar-penopang-tegaknya-syariat-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66e568c3c9190a3feab77708fecda22f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ichwan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Islam Agama Sempurna?</title>
		<link>http://nichwans.wordpress.com/2011/04/20/islam-agama-sempurna/</link>
		<comments>http://nichwans.wordpress.com/2011/04/20/islam-agama-sempurna/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Apr 2011 16:34:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Nui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[umat terbaik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nichwans.wordpress.com/2011/04/20/islam-agama-sempurna/</guid>
		<description><![CDATA[Benarkah Islam agama yang sempurna? Benarkah Islam agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam? Bukankah kaum muslim adalah sebaik-baik umat yang diturunkan di tengah-tengah manusia? Jika memang benar, kenapa saat ini semua itu tidak terbukti/terwujud? Silahkan anda memberikan penjelasan. Filed under: Opini Tagged: agama, Islam, umat terbaik<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=139&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Benarkah Islam agama yang sempurna?</p>
<p>Benarkah Islam agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam?</p>
<p>Bukankah kaum muslim adalah sebaik-baik umat yang diturunkan di tengah-tengah manusia?</p>
<p>Jika memang benar, kenapa saat ini semua itu tidak terbukti/terwujud? </p>
<p>Silahkan anda memberikan penjelasan. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  </p>
<br />Filed under: <a href='http://nichwans.wordpress.com/category/opini/'>Opini</a> Tagged: <a href='http://nichwans.wordpress.com/tag/agama/'>agama</a>, <a href='http://nichwans.wordpress.com/tag/islam/'>Islam</a>, <a href='http://nichwans.wordpress.com/tag/umat-terbaik/'>umat terbaik</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nichwans.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nichwans.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nichwans.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nichwans.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nichwans.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nichwans.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nichwans.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nichwans.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nichwans.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nichwans.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nichwans.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nichwans.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nichwans.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nichwans.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=139&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nichwans.wordpress.com/2011/04/20/islam-agama-sempurna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66e568c3c9190a3feab77708fecda22f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ichwan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makna Hidup Sesungguhnya</title>
		<link>http://nichwans.wordpress.com/2009/02/17/makna-hidup-sesungguhnya/</link>
		<comments>http://nichwans.wordpress.com/2009/02/17/makna-hidup-sesungguhnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 15:07:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Nui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Ketaatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nichwans.wordpress.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[Hidup hanya dapat dirasakan tapi sulit didefinisikan. Semua orang sangat mudah mengatakan apakah sesuatu itu hidup atau mati. Manakala seseorang melihat pohon yang dari hari ke hari bertambah tinggi, berdaun hijau, kemudian berbuah, ia dengan mudah mengetahui bahwa pohon itu hidup. Sebaliknya, manakala orang tadi melihat pohon yang kering, daunnya berguguran, tidak bertambah besar sekalipun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=120&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hidup hanya dapat dirasakan tapi sulit didefinisikan. Semua orang sangat mudah mengatakan apakah sesuatu itu hidup atau mati. Manakala seseorang melihat pohon yang dari hari ke hari bertambah tinggi, berdaun hijau, kemudian berbuah, ia dengan mudah mengetahui bahwa pohon itu hidup. Sebaliknya, manakala orang tadi melihat pohon yang kering, daunnya berguguran, tidak bertambah besar sekalipun disirami atau dipupuk, maka dengan mudah pula ia tahu bahwa pohon itu telah mati, tidak hidup lagi. Demikian halnya manusia dan hewan. Tatkala manusia dan hewan terlihat tumbuh, seluruh angota badannya berfungsi, dan dapat berkembang biak. Semua orang dengan mudah menyimpulkan manusia dan hewan yang demikian hidup bukan mati.  Inilah arti hidup secara biologis.</p>
<p>Dalam arti hidup seperti itu , manusia dan hewan sama. Sama-sama makan, minum, bergerak, berkembang biak, menyayangi anak, dan berinteraksi satu sama lain. Lantas apa yang membedakan keduanya, dan apa sesungguhnya makna hidup bagi manusia?</p>
<p>Untuk menjawab pertanyaan tadi kadang terasa sulit. Diperlukan perenungan yang dalam untuk menemukannya.</p>
<p>Perbedaan antara manusia dengan hewan terletak pada cara bagaimana mereka memenuhi berbagai kebutuhannya. Hewan melakukan semua itu sekehendak hatinya sedangkan manusia ada yang melakukan sekehendak hatinya ada pula yang diatur oleh aturan Allah SWT Penciptanya.</p>
<p>Jika manusia dalam menjalani hidupnya ini hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya semata, berarti tidak ada bedanya orang tersebut dengan hewan.Demikian pula, jika seseorang menjalani hidup ini seenak perutnya, bebas tanpa aturan, memperturutkan logika dan hawa nafsunya, serta melupakan aturan Allah SWT, saat itu orang tadi tidak dapat dibedakan dengan hewan. Berkaitan dengan ini Allah SWT menegaskan melalui firman-Nya: <em>“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka jahannam itu kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai qulub tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), mereka mempunyai mata tetapi tidak digunakannya untuk melihat (kebenaran dan kekuasaan Allah), da mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk menddengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.”</em> (TQS. Al-A’raf [7] : 179)</p>
<p>Ibnu Katsir ketika memaknai ayat tersebut menyatakan bahwa Allah SWT menyediakan jahannam bagi manusia yang melakukan perbuatan-perbuatan penghuni jahannam. Mereka demikian karena alat indera yang sebenarnya dijadikan oleh Allah SWT sebagai jalan datangnya hidayah tersebut tidak bermanfat bagi mereka. Sebab, mereka itu buta, tuli, dan bisu dari mengikuti petunjuk Allah SWT. Mereka yang tidak mendengarkan kebenaran (Islam), tidak mengikuti kebenaran (Islam), dan tidak mengikuti petunjuk Allah SWT laksana hewan berjalan yang alat-alat inderawinya tidak bermanfaat sedikitpun kecuali untuk perkara-perkara yang diperlukannya secara lahiriyah di dunia.</p>
<p>Lantas bagaimana seharusnya manusia itu berbuat, sehingga hidupnya menjadi bermakna dan berbeda dengan hewan?</p>
<p>Tentu tidak ada jalan lain kecuali berupaya menjadikan akal dan hati untuk memahami kebenaran,mata untuk mencari dan melihat kebenaran. Dan kebenaran itu adalah apa-apa yang datang dari Allah SWT. “Kebenaran itu adalah dari Rabb-mu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu” (TQS. Al-Baqarah [2] : 147). Kebenaran itu adalah apa yang terdapat di dalam Islam. ”Siapa yang menjadikan selain Islam sebagai dien agama, system hidup), niscaya ditolaklah apapun darinya dan di akhirat ia termasuk orang yang rugi” (TQS. Ali-Imran [3] : 85). Dengan kata lain, segenap potensi yang dimilikinya itu digunakn untuk memahami dan menghayati Islam untuk diterapkan dalam hidup sehari-hari.</p>
<p>Berkaitan dengan hal tersebut, Allah SWT menyatakan: “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia selain untuk beribadah kepadaku” (TQS. Adz-Dzariyat [51] : 56). Ibadah yang dimaksud dalam ayat tersebut yaitu, taat kepada Allah, tunduk dan patuh kepada-Nya serta terikat dengan aturan agama yang disyariatkan-Nya. Jadi, manusia itu ada di dunia ini emata-mata untuk tunduk, taat, dan patuh kepada aturan dan hukum-hukum Allah SWT dalam semua perkara : ‘aqidah, ibadah, sosial, politik, ekonomi, pendidikan, dan budaya.</p>
<p>Melalui ibadah seperti itulah manusia akan berbeda dengan hewan bahkan jauh lebih tinggi daripada derajat hewan. Inilah makna hidup manusia sebenarnya. Lantas, bagaimana makna hidup menurut anda?</p>
<br />Posted in Tausiyah Tagged: ibadah, Islam, kehidupan, Ketaatan, Tausiyah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nichwans.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nichwans.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nichwans.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nichwans.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nichwans.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nichwans.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nichwans.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nichwans.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nichwans.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nichwans.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nichwans.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nichwans.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nichwans.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nichwans.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=120&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nichwans.wordpress.com/2009/02/17/makna-hidup-sesungguhnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66e568c3c9190a3feab77708fecda22f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ichwan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mendirikan Sekolah Korupsi Indonesia</title>
		<link>http://nichwans.wordpress.com/2009/02/15/mendirikan-sekolah-korupsi-indonesia/</link>
		<comments>http://nichwans.wordpress.com/2009/02/15/mendirikan-sekolah-korupsi-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 13:54:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Nui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[bumn]]></category>
		<category><![CDATA[depag]]></category>
		<category><![CDATA[imu korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[kpu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nichwans.wordpress.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Mr. Korup berencana menyiapkan sebuah sekolah tinggi yang berbasis pada disiplin ilmu korupsi. Kampusnya akan didirikan di seluruh Indonesia. Dan program studi yang disepakati adalah Program Studi Teknik Korupsi (S1). Gelar yang didapatkan adalah Sarjana Korupsi S. Krop (Sekrop) Berikut mata kuliah keahlian yang diajarkan pada Program Studi Teknik Korupsi: 1. Pengantar Ilmu Korupsi 2 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=110&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mr. Korup berencana menyiapkan sebuah sekolah tinggi yang berbasis pada disiplin ilmu korupsi. Kampusnya akan didirikan di seluruh Indonesia. Dan program studi yang disepakati adalah Program Studi Teknik Korupsi (S1). Gelar yang didapatkan adalah Sarjana Korupsi S. Krop (Sekrop)</p>
<p>Berikut mata kuliah keahlian yang diajarkan pada Program Studi Teknik Korupsi:</p>
<p>1. Pengantar Ilmu Korupsi 2 SKS<br />
2. Pengantar Budaya Korupsi 2 SKS<br />
3. Perekonomian Indonesia 2 SKS<br />
4. Korupsi Dasar I 8 SKS<br />
5. Matematika Korupsi 4 SKS<br />
6. Hukum Dagang dan Perdata 3 SKS<br />
7. Sistem Korupsi 4 SKS<br />
8. Sejarah Korupsi 2 SKS<br />
9. Korupsi Dasar II 4 SKS<br />
10. Manajemen Korupsi 2 SKS<br />
11. Perilaku Organisasi 2 SKS<br />
12. Studi Kelayakan Korupsi 4 SKS<br />
13. Pengantar Aplikasi Korupsi 8 SKS<br />
14. Manajemen Proyek 4 SKS<br />
15. Korupsi Menengah I 4 SKS<br />
16. Korupsi Menengah II 4 SKS<br />
17. Aplikasi Korupsi 8 SKS<br />
18. Kapita Selekta Pengantar Bertahan Hidup di Bui 4 SKS</p>
<p>Tempat Magang:<br />
1. Departemen Keuangan<br />
2. KPU<br />
3. BUMN<br />
4. Departemen Agama.</p>
<p>Anda Berminat?.</p>
<p>Source : <a href="http://ketawa.com/humor-lucu/det/4233/mendirikan_sekolah_korupsi_indonesia.html">www.ketawa.com</a></p>
<br />Posted in Humor Tagged: bumn, depag, imu korupsi, indonesia, korupsi, kpu <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nichwans.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nichwans.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nichwans.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nichwans.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nichwans.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nichwans.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nichwans.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nichwans.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nichwans.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nichwans.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nichwans.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nichwans.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nichwans.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nichwans.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=110&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nichwans.wordpress.com/2009/02/15/mendirikan-sekolah-korupsi-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66e568c3c9190a3feab77708fecda22f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ichwan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anggota DPR dan Sumpah Pocong</title>
		<link>http://nichwans.wordpress.com/2009/02/14/sumpah-pocong/</link>
		<comments>http://nichwans.wordpress.com/2009/02/14/sumpah-pocong/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 13:37:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Nui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[anggota DPR]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[sumpah pocong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nichwans.wordpress.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Ada-ada saja kelakuan nyeleneh anggota Dewan Perwakilan Rakyat di negeri ini. Salah satu contohnya, apa yang dilakukan Ketua Komisi V DPR Akhmad Muqowam. Dia berkelit dan menghindar dari tuduhan korupsi dengan melakukan sumpah pocong (Okezone.com,12/02/2009). Sumpah seperti itu tidak sepantasnya dilontarkan oleh seorang intelektual, terlebih dia seorang muslim. Seharusnya, yang dikedepankan adalah pembuktian secara rasional [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=103&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-font-kerning:8.0pt;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --></p>
<p><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal">Ada-ada saja kelakuan nyeleneh anggota Dewan Perwakilan Rakyat di negeri ini. Salah satu contohnya, apa yang dilakukan Ketua Komisi V DPR Akhmad Muqowam. Dia berkelit dan menghindar dari tuduhan korupsi dengan melakukan sumpah pocong (<a href="http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/02/12/59/192123/berlindung-di-balik-sumpah-pocong">Okezone.com</a>,12/02/2009).</p>
<p class="MsoNormal">Sumpah seperti itu tidak sepantasnya dilontarkan oleh seorang intelektual, terlebih dia seorang muslim. Seharusnya, yang dikedepankan adalah pembuktian secara rasional dan ilmiah. Lagipula, sumpah pocong tidak ada nilainya di hadapan Allah SWT.</p>
<p class="MsoNormal">Dalam tulisan ini, saya ingin sedikit menjelaskan tentang pandangan Islam terhadap perkara sumpah yang dalam bahasa Arab disebut Aiman</p>
<p class="MsoNormal"><strong>A.    PENGERTIAN SUMPAH </strong></p>
<p class="MsoNormal">Kata aiman &#8211;huruf hamzah diharakati fathah&#8211; adalah bentuk jama’ dari yamin (sumpah). Menurut bahasa, kata yamin asal artinya yad ‘tangan’. Kemudian digunakan untuk arti sumpah, karena kebiasaan orang Arab manakala bersumpah masing-masing dari mereka memegang tangan kanan rekannya.</p>
<p class="MsoNormal">Sedangkan menurut pengertian secara syar’i, kata yamin adalah menguatkan sesuatu dengan menyebut nama Allah atau sifat-Nya.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>B.    DENGAN APAKAH SUMPAH ITU MENJADI SAH? </strong></p>
<p class="MsoNormal">Sumpah tidak teranggap, tidak sah, kecuali dengan menyebut lafadz Allah, atau salah satu nama-Nya, ataupun salah satu sifat-Nya.</p>
<p class="MsoNormal">Dari Abdullah bin Umar ra bahwa Rasulullah saw pernah menjumpai Umar bin Khattab yang sedang bepergian di tengah kafilah bersumpah dengan (menyebut nama) bapaknya, lantas Beliau bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya Allah melarang kalian bersumpah dengan (menyebut nama) bapak kalian; barangsiapa yang bersumpah, maka bersumpahlah dengan (menyebut nama) Allah, atau diamlah!” (Muttafaqun ’alaih: Fathul Bari XI: 530 no: 6646, Muslim III: 1267 no: 3 dan 1646, ’Aunul Ma’bud IX: 77 no: 3233 dan Tirmidzi III: 45 no: 1573).</p>
<p class="MsoNormal">Dari Anas bin Malik ra bahwa Nabi saw bersabda, “Neraka Jahannam selalu bertanya, ’Apakah masih ada tambahan?’ hingga Rabb Yang Memiliki Keperkasaan meletakkan kaki-Nya padanya. Lalu Jahannam berkata, ‘Cukup-cukup, demi Keperkasaan-Mu’. Dan, Dia mengumpulkan sebagian api neraka itu pada sebagian yang lain.” (Muttafaqun ‘alaih: Fathul Bari XI: 545 no: 6661, Muslim IV: 2187 no: 2848 dan Tirmidzi V: 65 no: 3326).</p>
<p class="MsoNormal"><strong>C.    BERSUMPAH DENGAN MENYEBUT SELAIN NAMA ALLAH ADALAH SYIRIK</strong></p>
<p class="MsoNormal">Dari Ibnu Umar ra, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa bersumpah dengan (menyebut nama) selain Allah, maka sungguh ia telah kafir atau musyrik.” (Shahih: Shahihul Jami’ no: 6204 dan Tirmidzi III: 45 no: 1574).</p>
<p class="MsoNormal">Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa di antara kalian bersumpah, lalu di dalam sumpahnya ia mengatakan, Demi Latta, maka hendaklah ia menyebut, LAA ILAAHA ILLALLAH. Dan barangsiapa berkata kepada rekannya, ’Mari kita main judi’, maka hendaklah ia bershadaqah.” (Muttafaqun ’alaih: Muslim III: 1267 no: 1647, Nasa’i VII: 7, ’Aunul Ma’bud IX: 74 no: 3231 dengan tambahan ”FAL YATASHADDAQ BI SYAI-IN” (Maka hendaklah ia bershadaqah sesuatu), dan Fathul Bari XI: 536 no: 6650 dengan tambahan BILLAATA WAL ’UZZA (=dengan (menyebut nama) Latta dan ’Uzza).</p>
<p class="MsoNormal"><strong>D.    SYUBHAT DAN JAWABANNYA </strong></p>
<p class="MsoNormal">Sebagian orang ada yang bersumpah dengan menyebut selain nama Allah dengan dalih karena mereka khawatir berdusta dan merujuk pada firman-Nya:</p>
<p class="MsoNormal">“Dan janganlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan.” (QS al-Baqarah: 224).</p>
<p class="MsoNormal">Jawaban atas syubhat ini ialah sebagaimana yang tertuang dalam riwayat berikut.</p>
<p class="MsoNormal">Dari Mis’ar bin Kidam dari Wabirah bin Abdurrahman bahwa Abdullah berkata, “Sesungguhnya saya bersumpah palsu dengan (menyebut nama) Allah lebih kusukai dari pada saya bersumpah secara jujur (dengan menyebut nama selain-Nya).” (ath-Thabrani dalam al-Kabir IX: 205 no: 8902).</p>
<p class="MsoNormal">Adapun ayat al-Baqarah itu, maknanya adalah sebagaimana yang diketengahkan Ibnu Katsir rahimahullah dari Ibnu Abbas ra, ia berkata, ”Janganlah sekali-kali kamu memposisikan sumpahmu sebagai penghalang agar kamu tidak berbuat kebajikan. Akan tetapi bayarlah kafarat untuk menebus sumpahmu, kemudian kerjakanlah kebajikan.”</p>
<p class="MsoNormal">Ibnu Katsir menulis, ”Masruq, asy-Sya’bi, Ibrahim, an-Nakha’i, Mujahid, Thawus, Sa’id bin Jubair, Athaa’, Ikrimah, Makhul, Az-Zuhri, Hasan al-Bashri, Qatadah, Muqatil bin Hayyan, Rubayyi’ bin Anas, adh-Dhahhak, Atha’ al-Khurasan dan as-Sudi rahimahumullah memiliki penafsiran yang sama dengan Ibnu Abbas.” Selesai (Tafsir Ibnu Katsir I: 266).</p>
<br />Posted in Islami Tagged: anggota DPR, hukum, korupsi, sumpah pocong <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nichwans.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nichwans.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nichwans.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nichwans.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nichwans.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nichwans.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nichwans.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nichwans.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nichwans.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nichwans.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nichwans.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nichwans.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nichwans.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nichwans.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=103&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nichwans.wordpress.com/2009/02/14/sumpah-pocong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66e568c3c9190a3feab77708fecda22f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ichwan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Time is Gold</title>
		<link>http://nichwans.wordpress.com/2009/02/14/time-is-gold/</link>
		<comments>http://nichwans.wordpress.com/2009/02/14/time-is-gold/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 08:52:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Nui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[time]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nichwans.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Dengan adanya waktu, kita berkesempatan melakukan apa yang direncanakan. Mulai dari kegiatan pribadi sehari-hari sampai dengan merealisasikan impian-impuian kita yang besar. Namun sayang, banyak orang yang menyia-nyiakan waktu ini. Mereka seakan tidak menyesal dengan berlalunya waktu sementara mereka tidak melakukan apa-apa untuk kehidupannya. Kesehariannya hanya dihabiskan untuk bersenang-senang serta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=97&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Dengan adanya waktu, kita berkesempatan melakukan apa yang direncanakan. Mulai dari kegiatan pribadi sehari-hari sampai dengan merealisasikan impian-impuian kita yang besar.</p>
<p>Namun sayang, banyak orang yang menyia-nyiakan waktu ini. Mereka seakan tidak menyesal dengan berlalunya waktu sementara mereka tidak melakukan apa-apa untuk kehidupannya. Kesehariannya hanya dihabiskan untuk bersenang-senang serta tidak peduli dengan keadaan lingkungan sekitar. Dalam benaknya hanya ada kesenangan dan hura-hura. Hidupnya dipenuhi aktifitas iseng dan kurang bermakna.</p>
<p>Jika demikian yang terjadi, lantas apa yang akan diperolehnya selain kesenangan pribadi yang sesaat? Tentu kerugian besarlah yang akan didapat. Allah berfirman : <em>&#8220;Demi masa, sungguh manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang beriman dan mengerjakan amal  sholeh serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran&#8221;</em> (TQS. al-&#8217;Ashr [103] : 1-3)</p>
<p>Menurut firman Allah tersebut, jika tidak ingin merugi, kita harus melakukan beberapa tindakan. Setelah beriman, kita dituntut untuk melakukan amal sholeh (dengan mengerjakan seluruh perintah Allah). Selanjutnya, kita pun harus saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.</p>
<p>Wujud saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran adalah dengan melakukan aktifitas dakwah. Dalam istilah lain sering disebut sebagai <em>amar ma&#8217;ruf </em>dan <em>nahi munkar</em>.</p>
<p>Aktifitas ini akan mendatangkan beberapa keuntungan bagi pelakunya. Selain pahala dari sisi Allah, juga akan menciptakan kondisi masyarakat yang diridhoi Allah sekiranya dakwah ini berhasil. Dengan dakwah yang kontinyu, masyarakat akan semakin sadar akan pentingnya menjalankan syariat Allah. Setelah itu mereka akan sangat merindukan kehidupan di bawah naungan syariat. Jika sudah demikian, pastilah Allah akan menurunkan keberkahan dalam kehidupan ini. Tidakkah kita mengimpikannya?</p>
<p>Marilah kita  memanfatkan waktu yang sangat berharga itu untuk menggapai mimpi kita. Mimpi yang pasti diridhoi Allah. Marilah lita jalani aktifitas dakwah untuk tegaknya syariat Allah di bumi ini. Sehingga, waktu kita tidak terbuang sia-sia.</p>
<br />Posted in Opini Tagged: Dakwah, motivasi, time <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nichwans.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nichwans.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nichwans.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nichwans.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nichwans.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nichwans.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nichwans.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nichwans.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nichwans.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nichwans.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nichwans.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nichwans.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nichwans.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nichwans.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=97&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nichwans.wordpress.com/2009/02/14/time-is-gold/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66e568c3c9190a3feab77708fecda22f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ichwan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ilmuwan Cilik Asal Indonesia</title>
		<link>http://nichwans.wordpress.com/2009/02/11/ilmuwan-asal-indonesia/</link>
		<comments>http://nichwans.wordpress.com/2009/02/11/ilmuwan-asal-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 16:51:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Nui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nichwans.wordpress.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Satu waktu saya mengunjungi sebuah blog. Ada artikel yang cukup menarik perhatian saya waktu itu. Disana diberitakan, bahwa ada anak kelas 4 SD di Singapura yang mampu membuat karya yang belum tentu bisa dihasilkan orang dewasa sekalipun di negeri ini. (artikel lengkapnya silahkan klik). Mungkin ada pertanyaan, apakah di Indonesia ini akan ditemui anak seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=91&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;">Satu waktu saya mengunjungi sebuah <a title="senopatiarthur.wordpress.com" href="http://senopatiarthur.wordpress.com/2009/02/07/aplikasi-iphone-karya-bocah-9-tahun-laris-didownload/">blog</a>. Ada artikel yang cukup menarik perhatian saya waktu itu. Disana diberitakan, bahwa ada anak kelas 4 SD di Singapura yang mampu membuat karya yang belum tentu bisa dihasilkan orang dewasa sekalipun di negeri ini. (artikel lengkapnya silahkan klik).</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;">Mungkin ada pertanyaan, apakah di Indonesia ini akan ditemui anak seperti itu? Menurut saya, jawabannya adalah mungkin. Karena, saya yakin, anak jenius itu tidak langsung memiliki kemampuannya sejak lahir. Tapi, dia harus melalui suatu proses sebagai usaha untuk memperolehnya. Baik berupa dukungan atau pendidikan yang didapatkannya, maupun lingkungan yang kondusif sehingga dia bisa menghasilkan karya-karyanya. Seperti kata orang bijak: “Keberhasilan itu 95 % ditentukan oleh usaha, sisanya oleh bakat.”</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;">Sehingga, seandainya proses menuju kearah lahirnya “generasi ilmuwan” itu terpenuhi di negeri ini, maka suatu saat kita akan sama-sama memetik hasilnya. Misalnya, bisa dilakukan dengan mengganti tayang TV yang tidak mendidik (acara mistik, sinetron, dll) dengan program sains tanpa menghilangkan unsur entertaint-nya. Atau menggantinya dengan tayangan mendidik lainnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;">Bisa juga dengan adanya reward dari pemerintah. Reward diberikan kepada pelajar yang mampu membuat karya yang bermanfaat. Dengan demikian,<span> </span>diharapkan akan menjadi pemicu bagi pelajar lain untuk menghasilkan karya yang lebih baik lagi.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;">Pemerintah juga harus menanggung dana pendidikan secara keseluruhan. Karena, masalah biaya pendidikan kerap menjadi hambatan bagi sebagian pelajar kita. Padahal, boleh jadi mereka itulah cikal-bakal ilmuwan negeri ini. Jika ditanggung pemerintah, maka masalah ini tidak lagi menjadi kendala bagi para pelajar untuk berprestasi..</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;">Yang tak kalah pentingnya adalah, harus diciptakan lingkungan masyarakat yang kondusif. Mulai dari keluarga, hingga lingkungan masyarakat yang lebih luas lagi. Karena seringkali, lingkunganlah yang membuat para pelajar kurang menganggap penting perkara pendidikan ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;">Semua yang saya sebutkan tadi, hanyalah sebagian kecil dari banyak langkah yang harus dilakukan. Semoga suatu saat, negeri ini akan melahirkan “ilmuwan cilik” dengan karya-karya besar.</p>
<br />Posted in Opini Tagged: ilmu, Opini, pendidikan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nichwans.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nichwans.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nichwans.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nichwans.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nichwans.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nichwans.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nichwans.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nichwans.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nichwans.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nichwans.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nichwans.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nichwans.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nichwans.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nichwans.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=91&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nichwans.wordpress.com/2009/02/11/ilmuwan-asal-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66e568c3c9190a3feab77708fecda22f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ichwan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Golput atau Khilafah?</title>
		<link>http://nichwans.wordpress.com/2009/02/09/golput-atau-khilafah/</link>
		<comments>http://nichwans.wordpress.com/2009/02/09/golput-atau-khilafah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 03:35:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Nui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa MUI]]></category>
		<category><![CDATA[golput]]></category>
		<category><![CDATA[khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nichwans.wordpress.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Di tahun 2009 ini, bangsa Indonesia akan menggelar suatu hajatan politik yang kesekian kalinya. Lebih dari dua puluh partai akan ‘bertarung’ memperebutkan suara terbanyak. Berbagai langkah sudah ditempuh sebagai upaya memenangkan pemilu. Tak salah lagi, aliran dana untuk agenda ini pun bukan main banyaknya. Sehingga, banyak pihak harus merogoh saku lebih dalam untuk merealisasikan cita-citanya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=86&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Di tahun 2009 ini, bangsa Indonesia akan menggelar suatu hajatan politik yang kesekian kalinya. Lebih dari dua puluh partai akan ‘bertarung’ memperebutkan suara terbanyak. Berbagai langkah sudah ditempuh sebagai upaya <span> </span>memenangkan pemilu. Tak salah lagi, aliran dana untuk agenda ini pun bukan main banyaknya. Sehingga, banyak pihak harus merogoh saku lebih dalam untuk merealisasikan cita-citanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sisi lain, masyarakat terkesan tidak peduli dengan pesta demokrasi yang akan digelar itu. Sebagian masyarakat, malah berencana untuk tidak berpartisipasi di dalamnya (golput).<br />
<span id="more-86"></span><br />
Munculnya gagasan atau rencana golput oleh sebagian masyarakat itu lebih disebabkan karena ketidak puasan terhadap sistem politik di negeri ini. Karena masyarakat menilai, menggunakan hak pilih dan tidak menggunakan (golput), hasilnya sama saja.<span> </span>Keduanya sama-sama tidak membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Seperti perubahan keadaan, perekonomian maupun pengentasan kemiskinan atau pengurangan pengangguran dengan menciptakan lapangan kerja baru.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan alasan yang dikemukakan kelompok masyarakat tersebut. Maka besar kemungkinan angka golput akan terus meningkat. Menurut pengamat politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, Arie Sujito, golput pada Pemilu 2009 akan meningkat dibandingkan dengan pemilu sebelumnya.”Golput pada Pemilu 2009 saya prediksi 35-40 persen. Ini berkaca dari tingginya golput pada pemilihan kepala daerah di sejumlah daerah,” katanya. “Peningkatan golput itu merupakan akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap partai politik,” tandasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan jumlah golput yang kian bertambah tersebut, banyak pihak merasa harus bertindak. MUI pun tidak ketinggalan turut menanggapi masalah ini. Dalam forum ijtima’ yang dihadiri 700 ulama di Padang Panjang, Sumatera Barat, akhirnya diputuskan bahwa “tidak memilih sama sekali, padahal ada calon yang memenuhi syarat hukumnya adalah haram.”</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak pihak mengamini fatwa MUI tersebut, tapi banyak pula yang sebaliknya. Salah satunya adalah pengamat politik Kastorius Sinaga. Menurutnya, fatwa tersebut berlebihan, bahkan di luar dari bidang tugasnya. Seharusnya yang dilakukan MUI sebagai panutan umat atau warga memberikan evaluasi atau koreksi yang melatarbelakangi munculnya tindakan golput tersebut. Bukan malah menghakimi orang yang akan melakukan golput.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Saya menilai itu terlalu berlebihan dan keluar dari pokok tugas dan kerja MUI sendiri. Seharusnya sebagai panutan umat, MUI harus respon dan mengkaji kenapa orang kok cenderung atau justru ingin melakukan golput. Bukan malah mengeluarkan fatwa. Ibaratnya kan menghakimi sepihak,&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan adanya fenomena ini, seharusnya pemerintah segera menanggapi dengan mencari solusi terbaik untuk kesejahteraan rakyatnya. Mereka tidak boleh melakukan kesalahan serupa dengan mengandalkan sistem pemilu/demokrasi sebagai sarana mensejahterakan rakyat. Karena sistem demokrasi telah terbukti gagal dalam membawa perbaikan. Malah, sistem ini telah membawa masyarakat semakin jauh dari sejahtera. Jika pemerintah tetap mempertahankan demokrasi, maka masyarakat akan terus dikecewakan. Mereka akan semakin tidak percaya kepada pemerintah dan partai politik. Sehingga, sudah tentu angka golput dikemudian hari akan terus melambung.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian, pemerintah seharusnya sadar, bahwa mereka tidak bisa terus berkutat dengan sistem demokrasi yang terbukti gagal ini. Harusnya mereka tahu bahwa ada sistem lain yang lebih bisa diharapkan mampu mensejahterakan rakyat. Sistem itu adalah sistem Islam. Karena Islam tidak saja berupa agama ritual, tapi di dalamnya terkandung seperangkat aturan hidup dari Tuhan pencipta manusia. Dalam Islam, telah ada solusi bagi berbagai problem yang dihadapi manusia. Termasuk masalah ekonomi dan kemiskinan.</p>
<p style="text-align:justify;">Islam tidak akan pernah mengecewakan masyarakat jika diterapkan secara integral. Islam akan membawa masyarakat menuju kesejahteraan hidup yang sebenarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal itu bisa terwujud jika institusi Daulah Khilafah Islamiyah ditegakkan. Institusi inilah yang bakal menerapkan Islam secara integral, termasuk menjalankan solusi Islam untuk menyelesaikan seluruh problematika masyarakat. Sehingga, pemerintah dan partai politik di negeri ini seharusnya tidak perlu resah dengan tingginya angka golput. Tapi, mereka seharusnya mengupayakan agar Daulah Khilafah Islamiyah segera tegak. Atau setidaknya mereka memberi dukungan penuh kepada pihak-pihak yang berjuang menegakkan Khilafah ini. Itu pun jika perjuangan mereka selama ini betul-betul untuk kepentingan masyarakat dan rakyatnya. Begitu pula, MUI seharusnya memfatwakan wajibnya menjalankan syariat Islam dan menegakkan Khilafah. Juga haramnya menjalankan sistem hukum selain Islam. <span> </span><em>Wallahu a’lam bishowab</em></p>
<br />Posted in Opini Tagged: demokrasi, fatwa MUI, golput, khilafah, pemilu <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nichwans.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nichwans.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nichwans.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nichwans.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nichwans.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nichwans.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nichwans.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nichwans.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nichwans.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nichwans.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nichwans.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nichwans.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nichwans.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nichwans.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=86&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nichwans.wordpress.com/2009/02/09/golput-atau-khilafah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66e568c3c9190a3feab77708fecda22f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ichwan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bisnis MLM Menurut Islam</title>
		<link>http://nichwans.wordpress.com/2009/02/04/bisnis-mlm-menurut-islam/</link>
		<comments>http://nichwans.wordpress.com/2009/02/04/bisnis-mlm-menurut-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 12:51:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Nui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nichwans.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini, Bisnis MLM (Multi Level Marketing) telah memikat banyak orang untuk menjadi pelakunya. Hal itu sangatlah wajar, karena bisnis ini diklaim paling aman (tanpa resiko apapun) dan banyak menjajikan keuntungan yang kadang di luar nalar orang yang belum terbiasa dengan bisnis ini. Saat kondisi ekonomi sulit seperti sekarang, masyarakat biasanya kurang berhati-hati dalam mengambil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=66&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini, Bisnis MLM (Multi Level Marketing) telah memikat banyak orang untuk menjadi pelakunya. Hal itu sangatlah wajar, karena bisnis ini diklaim paling aman (tanpa resiko apapun) dan banyak menjajikan keuntungan yang kadang di luar nalar orang yang belum terbiasa dengan bisnis ini.</p>
<p>Saat kondisi ekonomi sulit seperti sekarang, masyarakat biasanya kurang berhati-hati dalam mengambil keputusan. Kebanyakan mereka jarang yang mengetahui status hukum Islam terkait dengan bisnis ini.</p>
<p>Sebagai agama yang sempurna, tentu Islam juga memiliki pandangan yang khas mengenai bisnis ini. Dalam tulisan ini, saya tidak akan menjelaskan bagaimana pandangan Islam mengenai bisnis MLM. Saya hanya ingin memberitahu sebuah alamat di dunia maya ini. Menurut saya alamat ini layak anda kunjungi, karena di sana memuat kajian mengenai pandangan Islam terhadap bisnis MLM. Silahkan klik link di bawah ini:</p>
<p><a href="http://www.scribd.com/doc/4121397/Hukum-Syara-MLM">http://www.scribd.com/doc/4121397/Hukum-Syara-MLM</a></p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p>Salam,</p>
<p>Nurul Ichwan</p>
<br />Posted in Opini  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nichwans.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nichwans.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nichwans.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nichwans.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nichwans.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nichwans.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nichwans.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nichwans.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nichwans.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nichwans.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nichwans.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nichwans.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nichwans.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nichwans.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=66&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nichwans.wordpress.com/2009/02/04/bisnis-mlm-menurut-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66e568c3c9190a3feab77708fecda22f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ichwan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anggota DPD PKS Bekasi Dukung Khilafah</title>
		<link>http://nichwans.wordpress.com/2009/02/04/anggota-dpd-pks-bekasi-dukung-khilafah/</link>
		<comments>http://nichwans.wordpress.com/2009/02/04/anggota-dpd-pks-bekasi-dukung-khilafah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 12:26:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Nui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[hizbut_tahrir]]></category>
		<category><![CDATA[khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[palestina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nichwans.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[ Cikarang. Dalam acara Talk Show Halqoh Islam dan Peradaban yang diadakan Hizbut Tahrir Indonesia Daerah Cikarang, seorang anggota DPD PKS Kabupaten Bekasi, H. Adih Amin, Lc., MA. menyatakan, dirinya mendukung penerapan syariah Islam melalui penegakan Khilafah. &#8220;Saya sangat setuju dengan Khilafah,&#8221; katanya kemarin. Menurutnya, Khilafah bisa menyatukan umat Islam seperti yang kita inginkan.&#8221;Jika seluruh umat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=63&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"> <strong>Cikarang.</strong> Dalam acara Talk Show Halqoh Islam dan Peradaban yang diadakan Hizbut Tahrir Indonesia Daerah Cikarang, seorang anggota DPD PKS Kabupaten Bekasi, H. Adih Amin, Lc., MA. menyatakan, dirinya mendukung penerapan syariah Islam melalui penegakan Khilafah. &#8220;Saya sangat setuju dengan Khilafah,&#8221; katanya kemarin.</p>
<p align="justify">Menurutnya, Khilafah bisa menyatukan umat Islam seperti yang kita inginkan.&#8221;Jika seluruh umat Islam bersatu, maka kita akan menjadi sangat kuat,&#8221; ujarnya saat menjadi narasumber dalam acara tersebut. Hal itu lebih ditegaskan oleh Ustadz Abu Fuad, seorang pakar sejarah Islam HTI, yang juga menjadi narasumber dalam acara tersebut. &#8220;Umat Islam harus bersatu agar memiliki kekuatan,&#8221; katanya. &#8220;Khilafahlah yang akan menyatukan umat Islam.&#8221;</p>
<p align="justify">Ide penerapan syariah Islam dalam bingkai Daulah Khilafah, belakangan telah mengalami perkembangan pesat. Hizbut Tahrir sebagai sebuah Partai Politik pengusung ide ini berkeyakinan, bahwa Daulah Khilafah akan segera tegak tidak lama lagi. Menurut seorang anggota gerakan ini, sudah banyak pertanda akan segera tegaknya Daulah Khilafah. &#8220;Hancurnya ekonomi Kapitalis yang menyebabkan krisis di seluruh dunia, hilangnya kepercayaan umat kepada para pemimpin mereka, adalah pertandanya,&#8221; katanya kemarin.</p>
<p>Dukungan terhadap perjuangan Hizbut Tahrir dengan ide Khilafahnya berdatangan dari berbagai kelompok masyarakat: ulama; para tokoh; cendekiawan; dll. Hal serupa terjadi juga di negeri-negeri lain, khususnya di negeri tempat Hizbut Tahrir beraktivitas. Serangan Israel terhadap warga Palestina, telah menyadarkan kaum Muslim seluruh dunia akan pentingnya persatuan dan pentingnya menegakkan Daulah Khilafah yang akan melindungi mereka</p>
<br />Posted in Berita Tagged: hizbut_tahrir, khilafah, palestina <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nichwans.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nichwans.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nichwans.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nichwans.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nichwans.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nichwans.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nichwans.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nichwans.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nichwans.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nichwans.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nichwans.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nichwans.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nichwans.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nichwans.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=63&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nichwans.wordpress.com/2009/02/04/anggota-dpd-pks-bekasi-dukung-khilafah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66e568c3c9190a3feab77708fecda22f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ichwan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pancasila yang Salah Kaprah</title>
		<link>http://nichwans.wordpress.com/2009/01/31/pancasila-yang-salah-kaprah/</link>
		<comments>http://nichwans.wordpress.com/2009/01/31/pancasila-yang-salah-kaprah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 07:37:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Nui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nichwans.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari di SDN 07 pagi ,di kelas 4 , waktunya pelajaran PPKn Guru : &#8220;Selamat pagi anak-anak&#8230;&#8230;!!&#8221; Murid : &#8220;Pagi , bu&#8230;.&#8221; Guru : &#8220;Sekarang buka buku paketnya halaman 34 tentang pancasila.&#8221; Murid : &#8220;Baik , bu&#8230;..&#8221; Guru : &#8220;Ibu test , ya &#8230;..Fakhri coba kamu maju ke depan dan sebutkan pancasila dari 1 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=55&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari di SDN 07 pagi ,di kelas 4 , waktunya pelajaran PPKn</p>
<p>Guru : &#8220;Selamat pagi anak-anak&#8230;&#8230;!!&#8221;</p>
<p>Murid : &#8220;Pagi , bu&#8230;.&#8221;</p>
<p>Guru : &#8220;Sekarang buka buku paketnya halaman 34 tentang pancasila.&#8221;</p>
<p>Murid : &#8220;Baik , bu&#8230;..&#8221;</p>
<p>Guru : &#8220;Ibu test , ya &#8230;..Fakhri coba kamu maju ke depan dan sebutkan pancasila dari 1 sampai 5.&#8221;</p>
<p>Fakhri : &#8220;Ehh&#8230;. lupa bu&#8230;&#8221;</p>
<p>Guru : &#8220;Kamu ini gimana sih , masa udah kelas 4 SD tidak tau pancasila, aduhh&#8230; ya uda buat PR yah&#8230;..&#8221;</p>
<p>Fakhri : &#8220;Ba,baik bu&#8230;.&#8221;  Sesampainya di rumah ia langsung mananyakan ke ayahnya yang sedang asyik minum kopi.</p>
<p>Fakhri : &#8220;Yah , pancasila pertama itu apa ya ?&#8221;</p>
<p>Ayah : (Kaget) &#8220;Uuekkhhhh&#8230;.. DASSAR KAMU!!!!&#8221;</p>
<p>Fakhri : &#8220;Makasih pa&#8230;..&#8221;  Lalu ia menanyakan ke ibunya yang asyik makan nasi goreng</p>
<p>Fakhri : &#8220;Bu , pancasila yang kedua itu apa ?&#8221;</p>
<p>Ibu : &#8220;Hmmm&#8230;. SEEDDAAAP&#8230;.&#8221;</p>
<p>Fakhri : &#8220;Oh&#8230;.&#8221;  Setelah itu ia menanyakan kakaknya yang sedang nonton film MICHALE JACKSON</p>
<p>Fakhri : &#8220;Kak, pancasila yang ketiga itu apa ?&#8221;</p>
<p>kakak : &#8220;Yeah ,yeah, yaeah .MICHALE&#8230;JACKSON!!!&#8221;</p>
<p>Fakhri : &#8220;Ow&#8230;.. keren&#8230;..&#8221;  Karena bosan di rumah ia keluar mencari angin. lalu ia bertemu pengamen.</p>
<p>Fakhri : &#8220;Bang, tau gak pancasila keempat ?&#8221;</p>
<p>Pengamen : (Sambil nyanyi..) &#8220;Emang betul tul tul emang betul tul tul&#8221;</p>
<p>Fakhri : &#8220;Merdu ya bang &#8230;!!&#8221;  Saat Fakhri pulang ia melihat kedua adiknya berkelahi&#8230;</p>
<p>Fakhri : &#8220;Eiitt&#8230;.. ntar dulu de, pancasila kelima itu apaan ?&#8221;</p>
<p>Adik : &#8220;Gua tunggu dilapangan!!!&#8221;</p>
<p>Fakhri : &#8220;Sangar euy..&#8221;  Esoknya&#8230;&#8230;&#8230; (bel masuk&#8230;)</p>
<p>Ibu guru : &#8220;Pagi anak-anak&#8230;&#8221;</p>
<p>Murid : &#8220;Pagi bu&#8230;.&#8221;</p>
<p>Ibu Guru : &#8220;Oh yah Fakhri&#8230;&#8230;. coba kamu kedepan dan sebutkan pancasila pertama dan seterusnya seperti yang ibu kemarin bilang yah&#8230;.!!&#8221;</p>
<p>Fakhri : &#8220;DASSAR KAMU !!!&#8221;</p>
<p>Ibu Guru : &#8220;Pletttak&#8230;!!!&#8221; (menampar fakhri)</p>
<p>Fakhri : &#8220;Hmmmm&#8230; seddaaaaap&#8230;&#8230;&#8221;</p>
<p>Ibu Guru : &#8220;GRRRR!!! SIAPA YANG MENGAJARI KAMMU!!!&#8221;</p>
<p>Fakhri : &#8220;Michale Jackson AWWW!!!&#8221;</p>
<p>Ibu Guru : &#8220;Kamu memang anak nakal yah&#8230;.&#8221;</p>
<p>Fakhri : &#8220;Memang betul tul tul !!&#8221;</p>
<p>Ibu Guru : &#8220;Saya panggil kepala sekolah kamu !&#8221;</p>
<p>Fakhri : &#8220;Saya tunggu dilapangan!!!&#8221;</p>
<p>Ibu Guru : !@##$%#@!&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>[<a title="[www.ketawa.com]&#8221; href=&#8221;http://ketawa.com&#8221; target=&#8221;_blank&#8221;>www.ketawa.com</a>]</p>
<br />Posted in Humor  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nichwans.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nichwans.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nichwans.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nichwans.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nichwans.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nichwans.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nichwans.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nichwans.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nichwans.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nichwans.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nichwans.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nichwans.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nichwans.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nichwans.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=55&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nichwans.wordpress.com/2009/01/31/pancasila-yang-salah-kaprah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66e568c3c9190a3feab77708fecda22f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ichwan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saya Bertanya</title>
		<link>http://nichwans.wordpress.com/2009/01/30/saya-bertanyah/</link>
		<comments>http://nichwans.wordpress.com/2009/01/30/saya-bertanyah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 15:53:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Nui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[golput]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nichwans.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Mengetahui hasil ijtima 700 Ulama dan cendekiawan yang menyimpulkan / memfatwakan bahwa golput itu haram, saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepada bapak-bapak  yang mengeluarkan fatwa itu: &#8220;Sudahkah bapak-bapak yang terhormat bertanya sebelumnya kepada para &#8216;aktifis&#8217; golput itu, apa alasan mereka? Bukankah banyak di antara mereka memilih golput karena tidak mau terus menerus terjerumus dalam sistem [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=52&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengetahui hasil ijtima 700 Ulama dan cendekiawan yang menyimpulkan / memfatwakan bahwa golput itu haram, saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepada bapak-bapak  yang mengeluarkan fatwa itu:</p>
<ol>
<li>&#8220;Sudahkah bapak-bapak yang terhormat bertanya sebelumnya kepada para &#8216;aktifis&#8217; golput itu, apa alasan mereka? Bukankah banyak di antara mereka memilih golput karena tidak mau terus menerus terjerumus dalam sistem sekuler yang terbukti bobrok ini?&#8221;</li>
<li>&#8220;Pahamkah bapak-bapak yang terhormat mengenai Undang-Undang Pemilu yang menyebutkan bahwa memilih itu hak, bukan kewajiban?&#8221;, jadi bagaimana mungkin hak itu dihukumi haram ketika orang itu tidak mengambilnya?&#8221;</li>
<li>&#8220;Adakah landasan syar&#8217;i yang mendasari fatwa tersebut?&#8221;. Karena tanpa landasan tersebut, menurut saya fatwa apapun tidak bernilai di hadapan Islam. Sehinggatidak akan mempengaruhi keputusan seseorang untuk tetap golput.</li>
<li>&#8220;Sadarkah bapak-bapak yang terhormat, bahwa mengharamkan golput pada saat ini adalah haram?&#8221;</li>
<li>&#8220;Tidak takut kah bapak-bapak yang terhormat kepada Allah?&#8221;. Bapak telah membodohi umat Islam di negeri ini, bapak juga sudah ikut andil dalam melanggengkan tegaknya sistem sekuler yang terbukti bobobrok di negeri ini.</li>
</ol>
<p>Demikian beberapa pertanyaan saya, semoga mendapatkan jawaban yang memuaskan. Terima kasih</p>
<p>-Nurul Ichwan-</p>
<br />Posted in Opini Tagged: fatwa, golput <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nichwans.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nichwans.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nichwans.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nichwans.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nichwans.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nichwans.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nichwans.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nichwans.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nichwans.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nichwans.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nichwans.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nichwans.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nichwans.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nichwans.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=52&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nichwans.wordpress.com/2009/01/30/saya-bertanyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66e568c3c9190a3feab77708fecda22f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ichwan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Islam Agama Solusi</title>
		<link>http://nichwans.wordpress.com/2009/01/30/islam-agama-solusi/</link>
		<comments>http://nichwans.wordpress.com/2009/01/30/islam-agama-solusi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 14:13:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Nui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nichwans.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Dewasa ini banyak terjadi kesalah pahaman kaum Muslim mengenai ajaran Islam. Mereka menganggap, bahwa Islam ada hanya untuk mengatur aspek kerohanian dan ibadah semata. Menurut mereka, di dalam Islam tidak terdapat aturan selain untuk kedua perkara itu. Padahal sesungguhnya, Islam adalah agama yang memuat solusi untuk seluruh problem kehidupan manusia. Mulai dari aqidah, ibadah, akhlaq [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=49&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dewasa ini banyak terjadi kesalah pahaman kaum Muslim mengenai ajaran Islam. Mereka menganggap, bahwa Islam ada hanya untuk mengatur aspek kerohanian dan ibadah semata. Menurut mereka, di dalam Islam tidak terdapat aturan selain untuk kedua perkara itu. Padahal sesungguhnya, Islam adalah agama yang memuat solusi untuk seluruh problem kehidupan manusia. Mulai dari aqidah, ibadah, akhlaq sampai berbagai muamalah seperti ekonomi, pendidikan, peradilan bahkan pemerintahan.</p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:150%;margin:6pt 0;">Kesalahan dalam memahami hakikat Islam itu, berakibat pada tidak sempurnanya penerapan ajaran Islam oleh kaum Muslim. Mereka hanya mengambil sebagian ajaran Islam yakni dalam perkara ibadah atau kerohanian saja. Sementara aspek muamalah lainnya mereka serahkan pengaturannya kepada aturan selain Islam. Sehingga, mereka terlihat Islam ketika sedang beribadah, tapi di luar itu mereka sulit dibedakan dari umat lainnya.</p>
<p><span id="more-49"></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:150%;margin:6pt 0;"><strong>Ruang Lingkup Ajaran Islam</strong></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:150%;margin:6pt 0;">Taqiyuddin an-Nabhani ketika mendefinisikan Islam menyebutkan, “Islam adalah agama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk mengatur hubungan manusia dengan <em>khaliq</em>-nya, dengan dirinya dan dengan manusia sesamanya”. Hubungan manusia dengan <em>khaliq</em>-nya tercakup dalam perkara aqidah dan ibadah. Hubungan manusia dengan dirinya tercakup dalam perkara akhlaq, makanan (<em>mathumat</em>), dan pakaian (<em>malbutsat</em>). Sedangkan hubungan manusia dengan sesamanya tercakup dalam perkara <em>mu’amalah</em> dan <em>uqubat</em> (sanksi).</p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:150%;margin:6pt 0;">Berdasarkan definisi ini, jelaslah bahwa Islam diturunkan untuk mengatur seluruh aspek kehidupan. Baik pribadi, masyarakat maupun negara. Menyangkut ibadah, akhlaq, sosial, ekonomi, politik, budaya, pendidikan, peradilan dan pemerintahan. Tandasnya, Islam adalah agama yang telah disempurnakan oleh Allah untuk mengatur kehidupan umat manusia. Allah SWT berfirman :</p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:150%;margin:6pt 0;"><em>“Hari ini telah kusempurnakan bagimu agamamu, dan telah kucukupkan kepadamu nikmatku, dan telah kuridhoi Islam sebagai agamamu”</em> <strong>(TQS. Almaidah : 3)</strong></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:150%;margin:6pt 0;">Tidak bisa dibenarkan, apabila umat Islam hanya mengambil sebagian saja dari keseluruhan ajaran Islam. Karena <span style="line-height:150%;">seluruh ajaran Islam dan hukum-hukumnya mengenai akidah, syariah, akhlaq, ibadah, dan muamalah tidak akan ada hasilnya, kecuali apabila diambil secara integral. Sebab, yang satu melengkapi yang lainnya. Ajaran dan hukum-hukum Islam itu bisa diibaratkan bagaikan sebuah &#8220;resep dokter&#8221; yang utuh dan terdiri dari racikan yang integral, obat yang beragam, dan pantangan dari beberapa hal. Agar resep tersebut bisa mencapai sasarannya, maka harus dijalankan secara keseluruhan sesuai dengan aturan. Sebab, jika sebagian ditinggalkan, akan mempengaruhi hasil secara total.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:150%;margin:6pt 0;">Allah memberi ancaman dengan adzab yang berat kepada siapa saja yang memilah-milah ketika menjalankan hukum-hukum-Nya. Dia berfirman:</p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Artinya : “…..<em>Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat </em><strong>(TQS. al-Baqarah : 85)</strong></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:150%;margin:6pt 0;">Berdasarkan ayat di atas, boleh jadi kebodohan, kemiskinan, kelemahan, krisis ekonomi, tekanan politik<span> </span>dan intimidasi kaum kafir yang dialami kaum Muslimin saat ini tidak lain adalah sebuah kenistaan yang Allah janjikan dalam firman-Nya tadi. <em>Naudzubillahi min dzalik.</em><span class="gen"><strong></strong></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen"><strong>Yang Harus Dilakukan</strong></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:150%;">Jika selama ini kita menerapkan Islam baru terbatas pada ibadah ritual saja; suka memilah-milah hukum Allah; hanya mengambil sebagian hukum lalu membuang sebagian lainnya; hanya merasa diawasi oleh Allah saat sedang sholat, sedang di masjid; hanya pasrah dan tunduk pada hukum kufur yang diterapkan pemerintah kepada kita, maka, setidaknya ada dua hal yang harus kita lakukan saat ini. <em>Pertama</em>, kita harus segera bertaubat atas semua kekhilafan yang telah kita lakukan. Tentunya, taubat yang sebenar-benarnya kepada Allah SWT, yakni taubat yang didasari oleh penyesalan mendalam dan keinginan untuk tidak mengulangi hal serupa serta tekad untuk memperbaiki diri. Untuk membuktikan kesungguhan taubat yang kita lakukan, perlu adanya langkah <em>kedua</em>, yakni kita harus mengusahakan sekuat tenaga agar semua hukum-hukum Islam dapat ditegakkan dalam seluruh aspek kehidupan manusia baik oleh pribadi, masyarakat maupun negara. Menyangkut ibadah, akhlak, sosial, politik, ekonomi, budaya, pendidikan, dan sebagainya. Kita harus bersungguh-sungguh dalam upaya penegakkan Khilafah Islamiyah yang akan merealisasikan penerapan syariat Islam di tengah-tengah umat manusia. <em>Wallahu a’lam bishowab</em></p>
<br />Posted in Opini Tagged: aqidah, Islam, negara <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nichwans.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nichwans.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nichwans.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nichwans.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nichwans.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nichwans.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nichwans.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nichwans.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nichwans.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nichwans.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nichwans.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nichwans.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nichwans.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nichwans.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=49&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nichwans.wordpress.com/2009/01/30/islam-agama-solusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66e568c3c9190a3feab77708fecda22f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ichwan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yahudi Pasti Kalah</title>
		<link>http://nichwans.wordpress.com/2009/01/29/yahudi-pasti-kalah/</link>
		<comments>http://nichwans.wordpress.com/2009/01/29/yahudi-pasti-kalah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 15:19:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Nui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nichwans.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Allah SWT berfirman : “Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja, dan jika mereka berperang dengan kamu, pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah). Kemudian mereka tidak mendapat pertolongan.” (QS.ali-Imran [3] :111) Kalimat lan yadhurruu (dengan wawu al-jamaah) pada ayat di atas merujuk kepada kaum Ahli Kitab, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=45&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if !mso]&gt; &lt;!  v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} --> <!--[endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;<span class="mceItemObject"></span> &lt;!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &#8211;> <!--[endif]--><!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.gen 	{mso-style-name:gen;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Allah SWT berfirman :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span class="gen"><em>“Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja, dan jika mereka berperang dengan kamu, pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah). Kemudian mereka tidak mendapat pertolongan.”</em> (QS.ali-Imran [3] :111)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span class="gen"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Kalimat <em>lan yadhurruu</em> (dengan <em>wawu al-jamaah</em>) pada ayat di atas merujuk kepada kaum Ahli Kitab, sedangkan kata ganti <em>kum</em> menunjuk kepada umat Islam. Kesimpulan tersebut dapat dipahami dari ayat sebelumnya :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span class="gen"><em>“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”</em> (QS. Ali-Imran (3) : 110).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span class="gen">Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa kaum Ahli Kitab sekali-kali tidak akan dapat menimpakan mudharat atau bahaya kepada kaum Muslim. Kalaupun ada bahaya, maka bahaya tersebut amatlah ringan. Atau dalam ayat tadi disebut sebagai <em>adza(n).</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span class="gen">Menurut ar-Razi, bahaya ringan atau <em>adza(n)</em> tersebut hanya terbatas pada bahaya lisan saja. Seperti penghinaan terhadap Rasulullah SAW; menampakkan kekufuran; atau menakut-nakuti kelemahan kaum Muslim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span class="gen">Bagi umat Islam yang memiliki karakter <em>Khairu Ummah</em> sebagaimana dijelaskan dalam ayat sebelumnya, semua gangguan itu tidak akan membahayakan sedikitpun. Inilah yang seharusnya dipahami umat Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span class="gen">Ketidak mampuan kaum Ahli Kitab untuk menimpakan bahaya kepada kaum Muslim, dikukuhkan oleh frasa selanjutnya : <em>”dan jika mereka berperang dengan kamu, pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah).”</em> Ayat ini menggambarkan satu karakter yang dimiliki kaum Ahli Kitab. Jika mereka berperang menghadapi kaum Muslim, sudah pasti mereka akan berbalik dan lari tunggang langgang. Mereka tidak akan berani melanjutkan pertempuran; mereka kalah secara memalukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span class="gen">Pada masa Rasulullah SAW berita gembira dalam ayat tersebut telah benar-benar terjadi. Rasulullah berhasil mengusir kabilah Bani Qainuqa’ dan kabilah Bani Nadhir dari Madinah. Sedangkan kabilah Bani Quraidhah setelah berhasil ditundukkan divonis dengan hukuman amat berat. Kaum laki-lakinya dihukum mati, sementara kaum wanita dan anak-anaknya dijadikan tawanan. Begitu pula Rasulullah SAW berhasil menaklukkan kaum Yahudi di Khaibar. Hingga akhirnya seluruh jazirah arab bersih dari komunitas Yahudi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span class="gen">Selain kaum Yahudi, kaum Nasrani pun mengalami nasib serupa. Dalam perang Tabuk, tentara Romawi telah terlebih dahulu meninggalkan Tabuk sebelum bertemu dengan pasukan kaum Muslim yang dipimpin Rasulullah SAW. Mereka ketakutan setelah sebelumnya merasakan ketangguhan tentara Islam dalam perang Mu’tah. Saat itu tentara mereka yang berjumlah 200 ribu begitu kewalahan menghadapi tentara Islam yang jumlahnya hanya 3 ribuan. Semua itu menjadi bukti, bahwa sesungguhnya mereka itu amatlah lemah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Jika demikian halnya, mengapa saat ini umat Islam bisa mereka kalahkan? Bila dicermati, berita tentang ketakutan dan kekalahan kaum Ahli Kitab itu setelah penyebutan umat Islam sebagai <em>Kairu Ummah</em> (umat terbaik).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Predikat ini diberikan kepada umat Islam karena mereka memerintahkan yang ma’ruf dan melarang yang munkar dan mereka beriman kepada Alllah SWT. Menurut as-Sa’di, mereka telah berupaya menyempurnakan diri mereka dengan beriman kepada Allah dan mengerjakan apa yang diperintahkan dan menyempurnakan pihak lain dengan melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Mereka tidak hanya menerapkan syariah kepada diri mereka sendiri namun juga kepada pihak lain. Umat seperti inilah yang ditakuti oleh kaum Ahli Kitab. Sayangnya, karakter umat seperti itu sudah lama menghilang dari kaum Muslim.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Contoh paling jelas adalah dalam perkara <em>wala’</em> (loyalitas). Islam telah menetapkan bahwa kaum Muslim hanya diperbolehkan mengangkat <em>wala’</em> (pemimpin/penguasa) dan <em>bithanah</em> (teman dekat/kepercayaan) dari kalangan mereka sendiri, yakni kaum Muslim. Sesama mereka ditetapkan sebagai saudara yang <em>ruhama’</em> <em>baynahum</em>. Ketika berperang melawan musuh, mereka diperintahkan berada dalam satu barisan yang teratur laksana suatu bangunan yang kokoh.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Sikap sebaliknya diberlakukan kepada kaum kafir. Kaum Muslim dilarang untuk menyerahkan <em>wala’</em> kepada mereka, bahkan kaum Muslim harus bersikap keras terhadap mereka (<em>asyidda’ </em>‘<em>alal</em> <em>kuffar</em>).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Kini, ketentuan syara’ ini dilanggar oleh penguasa di negeri-negeri kaum Muslim. Mereka tidak hanya menyerahkan <em>wala’</em> kepada kaum kafir, tapi mereka juga berada di belakang barisan tentara kafir ketika menyerang Islam dan kaum Muslim.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Tampaknya, inilah faktor utama kekalahan kaum Muslim dalam menghadapi kaum kafir. Para penguasa Muslim lebih memilih bersahabat dan bergandengan tangan dengan kaum kafir daripada dengan saudara mereka seaqidah. Padahal Allah SWT telah berfirman :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/TSP/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" alt="" width="495" height="87" /><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><em>“<span class="gen">Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” </span></em><span class="gen">(QS. Al-Anfal [8] : 73}. </span><span class="gen"><span style="font-size:10pt;">(diambil dari Tabloid Media Ummat edisi Januari 2009)</span></span></p>
<br />Posted in Kesehatan Tagged: Yahudi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nichwans.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nichwans.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nichwans.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nichwans.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nichwans.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nichwans.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nichwans.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nichwans.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nichwans.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nichwans.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nichwans.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nichwans.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nichwans.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nichwans.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=45&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nichwans.wordpress.com/2009/01/29/yahudi-pasti-kalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66e568c3c9190a3feab77708fecda22f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ichwan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/TSP/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tips Rumah Tangga harmonis</title>
		<link>http://nichwans.wordpress.com/2009/01/16/tips-rumah-tangga-harmonis/</link>
		<comments>http://nichwans.wordpress.com/2009/01/16/tips-rumah-tangga-harmonis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 11:14:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Nui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family Guideline]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nichwans.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Harmonis adalah perpaduan dari berbagai warna karakter yang membentuk kekuatan eksistensi sebuah benda. Perpaduan inilah yang membuat warna apa pun bisa cocok menjadi rangkaian yang indah dan serasi. Warna hitam, misalnya, kalau berdiri sendiri akan menimbulkan kesan suram dan dingin. Jarang orang menyukai warna hitam secara berdiri sendiri. Tapi, jika berpadu dengan warna putih, akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=43&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Harmonis adalah perpaduan dari berbagai warna karakter yang membentuk kekuatan eksistensi sebuah benda. Perpaduan inilah yang membuat warna apa pun bisa cocok menjadi rangkaian yang indah dan serasi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Warna hitam, misalnya, kalau berdiri sendiri akan menimbulkan kesan suram dan dingin. Jarang orang menyukai warna hitam secara berdiri sendiri. Tapi, jika berpadu dengan warna putih, akan memberikan corak tersendiri yang bisa menghilangkan kesan suram dan dingin tadi. Perpaduan hitam-putih jika ditata secara apik, akan menimbulkan kesan dinamis, gairah, dan hangat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Seperti itulah seharusnya rumah <span class="searchterm3">tangga</span> dikelola. <span class="searchterm2">Rumah</span> <span class="searchterm3">tangga</span> merupakan perpaduan antara berbagai warna karakter. Ada karakter pria, wanita, anak-anak, bahkan mertua. Dan tak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa menjamin bahwa semua karakter itu serba sempurna. Pasti ada kelebihan dan kekurangan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Nah, di situlah letak keharmonisan. Tidak akan terbentuk irama yang indah tanpa adanya keharmonisan antara nada rendah dan tinggi. Tinggi rendah nada ternyata mampu melahirkan berjuta-juta lagu yang indah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Dalam <span class="searchterm2">rumah</span> <span class="searchterm3">tangga</span>, segala kekurangan dan kelebihan saling berpadu. Kadang pihak suami yang bernada rendah, kadang isteri bernada tinggi. Di sinilah suami-isteri dituntut untuk menciptakan keharmonisan dengan mengisi kekosongan-kekosongan yang ada di antar mereka.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Ada empat hal yang mesti diperhatikan untuk menciptakan keharmonisan <span class="searchterm2">rumah</span> <span class="searchterm3">tangga</span>.keempatnya adalah:</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">1. Jangan melihat ke belakang</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Jangan pernah mengungkit-ungkit alasan saat awal menikah. “Kenapa saya waktu itu mau nerima aja, ya? Kenapa <em>nggak </em>saya tolak?” Buang jauh-jauh lintasan pikiran ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Langkah itu sama sekali tidak akan menghasilkan perubahan. Justru, akan menyeret ketidakharmonisan yang bermula dari masalah sepele menjadi pelik dan kusut. Jika rasa penyesalan berlarut, tidak tertutup kemungkinan ketidakharmonisan berujung pada perceraian.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Karena itu, hadapilah kenyataan yang saat ini kita hadapi. Inilah masalah kita. Jangan lari dari masalah dengan melongkok ke belakang. Atau, <em>na’udzubillah</em>, membayangkan sosok lain di luar pasangan kita. Hal ini akan membuka pintu setan sehingga kian meracuni pikiran kita.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">2. Berpikir objektif</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Kadang, konflik bisa menyeret hal lain yang sebetulnya tidak terlibat. Ini terjadi karena konflik disikapi dengan emosional. Apalagi sudah melibatkan pihak ketiga yang mengetahui masalah internal <span class="searchterm2">rumah</span> <span class="searchterm3">tangga</span> tidak secara utuh.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Jadi, cobalah lokalisir masalah pada pagarnya. Lebih bagus lagi jika dalam memetakan masalah ini dilakukan dengan kerjasama dua belah pihak yang bersengketa. Tentu akan ada inti masalah yang perlu dibenahi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Misalnya, masalah kurang penghasilan dari pihak suami. Jangan disikapi emosional sehingga menyeret masalah lain. Misalnya, suami yang tidak becus mencari duit atau suami dituduh sebagai pemalas. Kalau ini terjadi, reaksi balik pun terjadi. Suami akan berteriak bahwa si isteri bawel, materialistis, dan kurang pengertian.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Padahal kalau mau objektif, masalah kurang penghasilan bisa disiasati dengan kerjasama semua pihak dalam <span class="searchterm2">rumah</span> <span class="searchterm3">tangga</span>. Tidak tertutup kemungkinan, isteri pun ikut mencari penghasilan, bahkan bisa sekaligus melatih kemandirian anak-anak.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">3. Lihat kelebihan pasangan, jangan sebaliknya</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Untuk menumbuhkan rasa optimistis, lihatlah kelebihan pasangan kita. Jangan sebaliknya, mengungkit-ungkit kekurangan yang dimiliki. Imajinasi dari sebuah benda, bergantung pada bagaimana kita meletakkan sudut pandangnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Mungkin secara materi dan fisik, pasangan kita mempunyai banyak kekurangan. Rasanya sulit sekali mencari kelebihannya. Tapi, di sinilah uniknya be<span class="searchterm2">rumah</span> <span class="searchterm3">tangga</span>. Bagaimana mungkin sebuah pasangan suami isteri yang tidak saling cinta bisa punya anak lebih dari satu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Berarti, ada satu atau dua kelebihan yang kita sembunyikan dari pasangan kita. Paling tidak, niat ikhlas dia dalam mendampingi kita karena Allah sudah merupakan kelebihan yang tiada tara. Luar biasa nilainya di sisi Allah. Nah, dari situlah kita memandang. Sambil jalan, segala kekurangan pasangan kita itu dilengkapi dengan kelebihan yang kita miliki. Bukan malah menjatuhkan atau melemahkan semangat untuk berubah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">4. Sertakan sakralitas be<span class="searchterm2">rumah</span> <span class="searchterm3">tangga</span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Salah satu pijakan yang paling utama seorang rela berumah <span class="searchterm3">tangga</span> adalah karena adanya ketaatan pada syariat Allah. Padahal, kalau menurut hitung-hitungan materi, be<span class="searchterm2">rumah</span> <span class="searchterm3">tangga</span> itu melelahkan. Justru di situlah nilai pahala yang Allah janjikan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Ketika masalah nyaris tidak menemui ujung pangkalnya, kembalikanlah itu kepada sang pemilik masalah, Allah swt. Pasangkan rasa baik sangka kepada Allah swt. Tataplah hikmah di balik masalah. Insya Allah, ada kebaikan dari semua masalah yang kita hadapi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Lakukanlah pendekatan <em>ubudiyah</em>. Jangan bosan dengan doa. Bisa jadi, dengan <em>taqarrub</em> pada Allah, masalah yang berat bisa terlihat ringan. Dan secara otomatis, solusi akan terlihat di depan mata. Insya Allah! </span></p>
<br />Posted in Family Guideline Tagged: Keluarga <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nichwans.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nichwans.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nichwans.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nichwans.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nichwans.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nichwans.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nichwans.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nichwans.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nichwans.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nichwans.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nichwans.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nichwans.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nichwans.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nichwans.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=43&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nichwans.wordpress.com/2009/01/16/tips-rumah-tangga-harmonis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66e568c3c9190a3feab77708fecda22f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ichwan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bumi Isra&#8217; Dan Mikraj Nabi Dikhianati</title>
		<link>http://nichwans.wordpress.com/2009/01/16/bumi-isra-dan-mikraj-nabi-dikhianati/</link>
		<comments>http://nichwans.wordpress.com/2009/01/16/bumi-isra-dan-mikraj-nabi-dikhianati/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 11:03:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Nui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[palestina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nichwans.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[HTI-Press. Jika hari-hari ini kita menyaksikan tayangan televisi al-Jazeerah, al-&#8217;Alam atau televisi lokal, pasti hati kita akan tersayat pedih. Kita menyaksikan setiap hari penduduk Gaza dibantai dengan biadab oleh bangsa terlaknat (al-maghdhubi &#8216;alaihim), Yahudi. Lihatlah, dalam waktu 18 hari saja, sudah 930 jiwa yang gugur sebagai syuhada&#8217;, dan 4280 jiwa yang terluka, sebagai korban kebrutalan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=39&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/01/rezim-penjual-palestina.jpg" alt="" width="200" height="135" />HTI-Press. Jika hari-hari ini kita menyaksikan tayangan televisi al-Jazeerah, al-&#8217;Alam atau televisi lokal, pasti hati kita akan tersayat pedih. Kita menyaksikan setiap hari penduduk Gaza dibantai dengan biadab oleh bangsa terlaknat (al-maghdhubi &#8216;alaihim), Yahudi. Lihatlah, dalam waktu 18 hari saja, sudah 930 jiwa yang gugur sebagai syuhada&#8217;, dan 4280 jiwa yang terluka, sebagai korban kebrutalan dan kebiadaban Israel. Sampai PM Israel, Ehud Olmert (12/1/2009 M) menyatakan, bahwa apa yang telah dilakukannya dalam 16 hari itu belum pernah dilakukan sebelumnya sepanjang pendudukan. Dia juga mengklaim, apa yang dicapainya dalam waktu 16 hari itu juga belum pernah dicapai sebelumnya. Klaim Olmert mungkin benar, jika dilihat dari jumlah korban dan kerusakan yang ditimbulkan oleh kebrutalan dan kebiadaban Isreal. Bukan hanya manusia, rumah, sekolah dan masjid pun tidak luput dari kebrutalan dan kebiadaban bangsa kera itu. Meski demikian, yakinlah apa yang dialami oleh Israel saat ini sesungguhnya adalah kegagalan dan kekalahan. Pejabat Israel semula menyatakan, bahwa target mereka menyerang Gaza, yang didahului dengan blokade selama bertahun-tahun, adalah untuk melumpuhkan kekuatan Hamas dan kelompok-kelompok perlawanan yang ada di Gaza, seperti Brigade al-Qasam, al-Quds dan lain-lain dalam waktu lima hari. Namun, sudah 18 hari target ini tidak berhasil mereka capai. Meski Israel telah mengerahkan seluruh kekuatannya, bahkan dengan menggunakan senjata terlarang, seperti bom Fosfor putih, ternyata mereka tak kunjung berhasil. DK PBB yang mengeluarkan resolusi 1860 pada tanggal 9 Januari 2009 M, yaitu 14 hari setelah serangan biadab Israel, yang bertujuan untuk menyelamatkan posisi Israel pun juga tidak berhasil. Sehari sebelum serangan darat, 2 Januri 2009, pejabat Israel menyatakan akan mengerahkan 6500 personil lengkap dengan tank dan kendaraan lapis baja, hingga hari ini ternyata tidak berhasil. Sehingga Israel terpaksa harus mengerahkan tentara cadangannya (12/1/2009 M). Olmert yang sebelumnya menyatakan, bahwa tidak lama lagi serangan akan diakhiri, karena target hampir tercapai, namun hari ini pernyataan itu harus direvisi Menlunya sendiri, Livni. Namun yang menarik, pada hari yang sama (13/1/2009 M), Menlu Mesir, Abu Ghaith juga menyatakan tidak akan mentolelir negaranya digunakan untuk membangun kekuatan Hamas. Iya, pemerintah Mesir bukan hanya mengkhianati Hamas, tetapi juga rakyat Gaza dan Palestina. Lihatlah, ketika penduduk Gaza hendak memasuki Rafah, perbatasan Gaza-Mesir, polisi Mesir melepaskan tembakan peringatan ke udara, dan mengusir mereka. Bahkan, kini ketika Gaza sudah dijadikan sebagai zona militer tertutup oleh Israel, dan satu-satunya pintu keluar adalah Rafah, lagi-lagi penguasa Mesir hanya diam menyaksikan saudara-saudara mereka dibantai di depan mata mereka. Wajar, jika sebelumnya Hasan Nashrullah, pimpinan Hizbullah, menyatakan jika penguasa Mesir tidak membuka pintu Rafah, berarti mereka terlibat dalam tindakan kriminal Yahudi. Dan, jika rakyat Mesir juga diam, tidak mendesak penguasa mereka, maka mereka pun sama. Sama-saam terlibat dalam tindakan kriminal Yahudi terhadap Gaza. Rupanya, pernyataan Hasan Nashrullah itu begitu menakutkan penguasa Mesir. Bukan hanya Menlu, Abu Ghaith, yang menanggapi pernyataan tersebut, tetapi penguasa Mesir langsung melakukan mutasi besar-besar di tubuh angkatan bersenjata Mesir, karena khawatir akan terjadi kudeta. Apalagi, sebelumnya seorang perwira Mesir menyatakan akan menggulingkan Husni Mubarak, jika dia berpihak kepada Israel. Bukan hanya itu, dengan sigap penguasa Mesir pun telah menangkap dan menjebloskan sejumlah perwira tinggi mereka ke penjara. Pengkhianatan penguasa Mesir tidak hanya sampai di situ, suara rakyatnya pun dibungkam. Tidak kurang puluhan anggota Ihwan al-Muslimin ditangkap dalam demonstrasi menentang kebrutalan Israel, dengan dalih menjadi anggota organisasi terlarang. Pemerintah Mesir tidak sendiri. Pemerintah Yordania juga melakukan hal yang sama. Meski demonstrasi diizinkan, namun sejumlah demonstran ditangkapi di depan Kedubes Israel di Amman, ketika memprotes kebiadaban Israel. Bahkan yang lebih ironis lagi adalah penguasa Saudi. Jika di televisi Suriah, Libanon, Qatar, Libya dan lain-lain hampir setiap saat memutar tayangan tragedi Gaza berulang-ulang, maka hal yang sama tidak akan Anda jumpai di televisi Saudi, baik channel 1 maupun 2. Bukan hanya itu, Mufti Saudi pun diminta mengeluarkan fatwa yang mengharamkan demostrasi jalanan untuk menentang kebrutalan Israel. Tentu saja, fatwa aneh ini pun ditentang oleh para ulama&#8217; yang lain. Dari Suriah, seorang ulama&#8217; secara terbuka di televisi al-&#8217;Alam meminta sang mufti bertaubat kepada Allah, karena fatwanya yang ngawur itu. Bukan hanya itu, pemerintah Saudi juga menolak seruan Iran untuk mengembargo pasokan minyak ke Israel. Qatalahumu-Llah fa aina yu&#8217;fakun (Semoga Allah segera membinasakan mereka. Bagaimana mereka sampai bisa berpaling seperti itu)? Inilah bukti-bukti pengkhianatan mereka, bukan hanya terhadap Gaza, tetapi juga terhadap bumi Israk dan Mikraj Nabi saw. Jatuhnya Palesina ke tangan Yahudi adalah buah pengkhianatan para penguasa itu. Mulai dari Perang 1948, Perang 1956 hingga Perang 1967, yang secara keseluruhan peperangan tersebut berhasil membangun mitos, bahwa Israel tak terkalahkan, dan tidak bisa dihadapi dengan peperangan. Padahal, pengkhianatan para penguasa itulah yang menyebabkan Israel seolah tidak terkalahkan. Bukti nyata semuanya itu kini bisa kita saksikan dalam serangan brutal Isarel saat ini. Selain itu, kita juga telah menyaksikan bagaimana Israel, yang konon hebat itu, ternyata kalah berperang melawan Hizbullah, Juli 2006. Iya. Para penguasa itulah yang sesungguhnya menjadi penyakit Islam dan umatnya. Mereka menjadi benalu, dan racun di tubuh umat Muhammad saw. ini. Ketika tentara-tentara Islam siap berjihad, merekalah yang justru mengikat tangan dan kaki tentara-tentara itu untuk berangkat berjihad. Ketika rakyat meluapkan perasaan mereka, untuk memprotes diamnya para pengkhianat itu, justru mereka terus-menerus menjaga kepentingan Yahudi di negeri mereka. Mereka bahkan telah diajari oleh seorang Hugo Chaves, yang nota bene bukan pemeluk Islam. Anehnya, mereka pun tidak malu. Iya, mereka memang sudah tidak mempunyai rasa malu. Karena akidah mereka sudah mati. Mereka memang bukan lagi umat Muhammad. Lalu, masihkah umat Muhammad ini berharap kepada mereka? Tidak. Umat Muhammad yang mulia ini membutuhkan seorang pemimpin yang ikhlas, berjuang dan mengabdi hanya untuk kepentingan Islam dan umatnya. Dialah Khalifah kaum Muslimin. Iya. Sudah saatnya, umat ini mengangkat seorang Khalifah untuk mengurusi dan menyelesaikan seluruh urusan mereka. Khilafahlah yang akan memenuhi jeritan anak-anak, wanita dan orang tak berdaya di Gaza. Khilafahlah yang akan mengerahkan pasukannya untuk berjihad melawan tentara Israel, dan menghancurkan negara Yahudi itu hingga ke akar-akarnya. Khilafahlah yang akan menghadapi Amerika, Inggeris, Rusia dan negara-negara Eropa yang mendukung eksistensi negara Zionis itu. Khilafahlah yang akan membersihkan negeri-negeri kaum Muslimin dari antek-antek negara-negara penjajah itu. Allahumma ikhla&#8217; Kiyan al-Yahud, wa a&#8217;wanaha, wa duwal al-lati da&#8217;amatha wa da&#8217;amat wujudaha min Falasthin wa sairi bilad al-Muslimin min judzuriha. Wa &#8216;aqim &#8216;alaiha daulata al-Khilafah ya Rabb. Allahumma &#8216;ajjil lana nushrataka bi qiyamiha (Ya Allah, cabutlah entitas Yahudi, para pendukungnya, juga negara-negara yang mendukungnya dan mendukung eksistensinya dari Palestina dan seluruh negeri kaum Muslim hingga ke akar-akarnya. Ya Rabb, dirikanlah di atas puing-puingnya Negara Khilafah. Ya Allah, segerakanlah pertolongan-Mu dengan tegaknya Khilafah). Allahhumasyhad, fainna qad ballaghna.. (Hafidz Abdurrahman)</p>
<br />Posted in Opini Tagged: palestina <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nichwans.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nichwans.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nichwans.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nichwans.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nichwans.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nichwans.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nichwans.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nichwans.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nichwans.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nichwans.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nichwans.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nichwans.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nichwans.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nichwans.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=39&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nichwans.wordpress.com/2009/01/16/bumi-isra-dan-mikraj-nabi-dikhianati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66e568c3c9190a3feab77708fecda22f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ichwan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/01/rezim-penjual-palestina.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Diet Golongan Darah</title>
		<link>http://nichwans.wordpress.com/2009/01/14/diet-golongan-darah/</link>
		<comments>http://nichwans.wordpress.com/2009/01/14/diet-golongan-darah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 00:13:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Nui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Diet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nichwans.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Ada orang yang dapat menurunkan berat badan dengan diet cara biasa, tetapi banyak orang yang telah melakukan diet mati-matian masih tidak dapat menurunkan berat badan. Gimana caranya punya berat badan ideal ya? Dewasa ini banyak metode yang diperkenalkan untuk menurunkan berat badan, contohnya: minum ramuan herbal, mandi uap, sedot lemak, dan diet makanan. Diet makanan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=22&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#1d2d45;font-family:Arial;">Ada</span><span style="color:#1d2d45;font-family:Arial;"> orang yang dapat menurunkan berat badan dengan diet cara biasa, tetapi banyak orang yang telah melakukan diet mati-matian masih tidak dapat menurunkan berat badan. Gimana caranya punya berat badan ideal ya? Dewasa ini banyak metode yang diperkenalkan untuk menurunkan berat badan, contohnya: minum ramuan herbal, mandi uap, sedot lemak, dan diet makanan. Diet makanan merupakan salah satu diet yang sangat sering dilakukan oleh setiap orang. Contoh diet yang sudah dikenal dan mulai banyak diterapkan oleh orang-orang adalah diet golongan darah. Benarkah diet golongan darah bisa berhasil?</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#1d2d45;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Diet adalah kebiasaan dalam hal makanan dan minuman yang diperbolehkan untuk dimakan seseorang dari hari ke hari, terutama yang khusus dirancang untuk mencapai tujuan tertentu dengan cara memasukkan dan mengeluarkan bahan makanan tertentu. Sedangkan darah adalah cairan yang beredar melalui jantung, arteri, kapiler, dan vena membawa zat makanan dan oksigen ke sel-sel tubuh. Darah berfungsi sebagai transportasi O2 dan CO2, pembekuan darah, pengatur keseimbangan asam dan basa, serta sebagai sistem imunitas bagi tubuh. Pembagian golongan darah oleh Karl Landsteiner antara lain adalah sistem ABO dan sistem rhesus yang banyak dikenal dan dipakai secara umum. Sistem ABO terdiri atas golongan darah A, golongan darah B, golongan darah AB, dan golongan darah O. Sedangkan sistem rhesus dibagi menjadi rhesus positif dan rhesus negatif. Dalam diet golongan darah, yang akan dibahas adalah golongan darah sistem ABO.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#1d2d45;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Diet golongan darah dikemukakan oleh Dr. Peter J. D’Adamo, seorang naturopatis dari Stamford, Connecticut, Amerika Serikat berdasarkan penelitian dan pengalaman dari pasiennya. Memang ada pepatah mengatakan tak ada gading yang tak retak, semua penelitian pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Begitu pula dengan diet golongan darah. Diet golongan darah ini cukup mempunyai banyak pengikut tetapi teori D’Adamo ini masih sering diperdebatkan oleh para ahli-ahli gizi dan ahli-ahli lainnya. Keberhasilan diet golongan darah ini tergantung pada kondisi dan kebutuhan tubuh pelakunya. Diet ini bertujuan untuk mencapai kesehatan tubuh.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#1d2d45;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Diet golongan darah yang diteliti oleh D’Adamo menunjukkan efek fisiologis dari lektin yang masuk ke dalam tubuh. Lektin adalah protein yang umumnya terdapat pada makanan. Tiap jenis makanan dapat mempengaruhi metabolisme dan komposisi darah sehingga mempengaruhi keseimbangan daya tahan tubuh dimana komposisi darah mempunyai 2 komponen penting yaitu antigen dan antibodi. Alasan pentingnya penggolongan darah oleh D’Adamo adalah golongan darah mengidentifikasi dengan tanda permukaan yaitu antigen sehingga bila sel darah merah mentransport benda asing seperti virus dan bakteri, maka akan segera ditandai sebagai “kawan” atau “musuh”. Sama halnya dengan makanan, bila ditemukan lektin, maka akan segera ditandai sebagai musuh dan menyebabkan sel darah menggumpal bersama-sama sehingga menyebabkan masalah terhadap sistem pencernaan dan metabolisme makanan terhadap produksi insulin dan gangguan hormon. Hal inilah yang menyebabkan kenapa tiap golongan darah perlu memiliki penggolongan makanan. </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#1d2d45;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Penggolongan makanan dibedakan menjadi makanan yang sangat bermanfaat, makanan yang netral, dan makanan yang dihindari. Makanan yang sangat bermanfaat adalah makanan yang bereaksi sebagai obat. Makanan netral adalah makanan yang bereaksi sebagai makanan. Makanan yang harus dihindari adalah makanan yang bereaksi sebagai racun.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#1d2d45;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Berikut adalah saran menu yang dapat di konsumsi berdasarkan golongan darah :<br />
• Diet untuk golongan darah A yang dianjurkan adalah makanan tinggi karbohidrat dan rendah lemak.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#1d2d45;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">o Makanan yang sangat bermanfaat: bayam, brokoli, wortel, jamur ikan mas, kacang tanah, kacang buncis, kacang/susu kedelai, tahu, tempe, tepung beras, blueberry, minyak zaitun, ikan mas, ikan sardine.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#1d2d45;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">o Makanan yang netral: ikan tuna, telur ayam&amp;bebek, telur puyuh, minyak wijen, biji bunga matahari, kacang ercis/kapri, jagung, tapioca, roti gandum, labu, bawang merah, mentimun, talas, anggur, melon, blewah, pir, delima, kurma, stroberi, kesemek, jambu biji, daging ayam.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#1d2d45;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">o Makanan yang dihindari: daging (sapi, bebek, kelinci, ayam hutan, lobster, gurita, kepiting, belut, kodok, udang, cumi), mentega, susu sapi, keju, es krim, susu murni, acar, terong, tomat, ubi, kentang, jeruk, kelapa/santan, melon, madu, pisang (raja), pepaya, pare, air soda.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#1d2d45;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">o Olahraga yang cocok dilakukan: yoga, tai chi, meditasi.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#1d2d45;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">• Diet untuk golongan darah B yang dianjurkan adalah susu dan produk susu.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#1d2d45;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">o Makanan yang sangat bermanfaat: ikan laut, susu sapi, keju, bubur, gandum, roti essene, kue beras, brokoli, ubi, wortel, kembang kol, terong, teh hijau.</span></span></p>
<p><span style="color:#1d2d45;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">o Makanan yang netral: cumi, ikan mas, ikan tuna, mentega, keju, telur ayam, kacang merah, kacang buncis, tepung beras, roti beras, bayam, brokoli, selada, mentimun, labu, kentang, sawi, mangga, melon, jeruk, pir, kurma, jambu biji, daging sapi.</span></span></p>
<p><span style="color:#1d2d45;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">o Makanan yang dihindari: daging (ayam, babi, bebek, keong, kepiting, siput, belut, kodok, gurita, lobster), es krim, telur (bebek, angsa, puyuh), kacang tanah, roti gandum, tomat, jagung, alpokat, pare, delima, kelapa/santan, kesemek, belimbing, pir, air soda, minuman beralkohol.</span></span></p>
<p><span style="color:#1d2d45;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">o Olahraga yang cocok dilakukan: renang, tenis, jalan kaki, dan meditasi.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#1d2d45;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">• Diet untuk golongan darah AB adalah sesuai dengan kecocokan masing-masing indivdu terhadap jenis makanan tertentu.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#1d2d45;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">o Makanan yang sangat bermanfaat: ikan sardine, ikan tuna, susu kambing, putih telur (ayam), keju ricotta, krim asam (rendah kalori), teh hijau, anggur merah.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#1d2d45;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">o Makanan yang netral: cumi, ikan mas, ikan tuna, mentega, keju, telur ayam, kacang merah, kacang buncis, tepung beras, roti beras, brokoli, bayam, selada, mentimun, labu, kentang, sawi, mangga, melon, jeruk, pir, kurma, jambu biji.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#1d2d45;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">o Makanan yang dihindari: daging (sapi, ayam, bebek, babi, angsa, lobster, kepiting, kodok), mentega, es krim, telor bebek, kacang hitam, acar, jagung, belimbing, delima, pare, pisang, kelapa, kesemek, jambu biji, mangga, saus tomat, kopi, soda, minuman beralkohol.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#1d2d45;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">o Olahraga yang dicocok dilakukan: olahraga di pagi hari. </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#1d2d45;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">• Diet untuk golongan darah O adalah makanan tinggi protein dan rendah karbohidrat.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#1d2d45;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">o Makanan yang sangat bermanfaat: brokoli, ubi, waluh, selada, ganggang laut, lobak cina, blueberry, cerry, jambu biji, bumbu kari, kacang polong, kacang merah, semua jenis bawang, rumput laut, jahe, kailan, kunyit, daging sapi.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#1d2d45;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">o Makanan yang netral: ikan mas, belut, lobster, ikan tuna, ikan sardine, udang, telur (ayam&amp;bebek), mentega, kacang (hitam, merah, buncis, kedelai), tempe, tahu, susu kedelai, bubur gandum, beras, kue beras, roti beras, tepung gandum, terong, tomat, labu, daging ayam, daging bebek.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#1d2d45;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">o Makanan yang dihindari: daging babi, cumi, sotong, kerang, kodok, gurita, telur angsa, telur puyuh, es krim, keju, susu sapi, yoghurt, minyak kelapa, penyu, minyak jagung, jagung, bunga brokoli, kacang tanah, kacang mede, kuaci, laichi, kentang, mentimun, kembang kol, jamur, blewah, jeruk mandarin, pisang raja, pare, anggur putih, kecap, kopi, minuman keras.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#1d2d45;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">o Olahraga yang cocok dilakukan: aerobic.</span></span></p>
<br />Posted in Kesehatan Tagged: Diet <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nichwans.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nichwans.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nichwans.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nichwans.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nichwans.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nichwans.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nichwans.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nichwans.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nichwans.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nichwans.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nichwans.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nichwans.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nichwans.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nichwans.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=22&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nichwans.wordpress.com/2009/01/14/diet-golongan-darah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66e568c3c9190a3feab77708fecda22f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ichwan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agar Pernikahan Membawa Berkah</title>
		<link>http://nichwans.wordpress.com/2009/01/13/agar-pernikahan-membawa-berkah/</link>
		<comments>http://nichwans.wordpress.com/2009/01/13/agar-pernikahan-membawa-berkah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2009 23:43:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Nui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family Guideline]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nichwans.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Di saat seseorang melaksanakan aqad pernikahan, maka ia akan mendapatkan banyak ucapan do’a dari para undangan dengan do’a keberkahan sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW; “Semoga Allah memberkahimu, dan menetapkan keberkahan atasmu, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.” Do’a ini sarat dengan makna yang mendalam, bahwa pernikahan seharusnya akan mendatangkan banyak keberkahan bagi pelakunya. Namun kenyataannya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=20&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Di saat seseorang melaksanakan aqad pernikahan, maka ia akan mendapatkan banyak ucapan do’a dari para undangan dengan do’a keberkahan sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW; “Semoga Allah memberkahimu, dan menetapkan keberkahan atasmu, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.” Do’a ini sarat dengan makna yang mendalam, bahwa pernikahan seharusnya akan mendatangkan banyak keberkahan bagi pelakunya. Namun kenyataannya, kita mendapati banyak fenomena yang menunjukkan tidak adanya keberkahan hidup berumah tangga setelah pernikahan, baik di kalangan masyarakat umum maupun di kalangan keluarga du’at (kader dakwah). Wujud ketidakberkahan dalam pernikahan itu bisa dilihat dari berbagai segi, baik yang bersifat materil ataupun non materil.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Munculnya berbagai konflik dalam keluarga tidak jarang berawal dari permasalahan ekonomi. Boleh jadi ekonomi keluarga yang selalu dirasakan kurang kemudian menyebabkan menurunnya semangat beramal/beribadah. Sebaliknya mungkin juga secara materi sesungguhnya sangat mencukupi, akan tetapi melimpahnya harta dan kemewahan tidak membawa kebahagiaan dalam pernikahannya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Seringkali kita juga menemui kenyataan bahwa seseorang tidak pernah berkembang kapasitasnya walau pun sudah menikah. Padahal seharusnya orang yang sudah menikah kepribadiannya makin sempurna; dari sisi wawasan dan pemahaman makin luas dan mendalam, dari segi fisik makin sehat dan kuat, secara emosi makin matang dan dewasa, trampil dalam berusaha, bersungguh-sungguh dalam bekerja, dan teratur dalam aktifitas kehidupannya sehingga dirasakan manfaat keberadaannya bagi keluarga dan masyarakat di sekitarnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Realitas lain juga menunjukkan adanya ketidakharmonisan dalam kehidupan keluarga, sering muncul konflik suami isteri yang berujung dengan perceraian. Juga muncul anak-anak yang terlantar (broken home) tanpa arahan sehingga terperangkap dalam pergaulan bebas dan narkoba. Semua itu menunjukkan tidak adanya keberkahan dalam kehidupan berumah tangga.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Memperhatikan fenomena kegagalan dalam menempuh kehidupan rumah tangga sebagaimana tersebut di atas, sepatutnya kita melakukan introspeksi (muhasabah) terhadap diri kita, apakah kita masih konsisten (istiqomah) dalam memegang teguh rambu-rambu berikut agar tetap mendapatkan keberkahan dalam meniti hidup berumah tangga ?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">1. Meluruskan niat/motivasi (Ishlahun Niyat)</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Motivasi menikah bukanlah semata untuk memuaskan kebutuhan biologis/fisik. Menikah merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT sebagaimana diungkap dalam Alqur’an (QS. Ar Rum:21), sehingga bernilai sakral dan signifikan. Menikah juga merupakan perintah-Nya (QS. An-Nur:32) yang berarti suatu aktifitas yang bernilai ibadah dan merupakan Sunnah Rasul dalam kehidupan sebagaimana ditegaskan dalam salah satu hadits : ”Barangsiapa yang dimudahkan baginya untuk menikah, lalu ia tidak menikah maka tidaklah ia termasuk golonganku” (HR.At-Thabrani dan Al-Baihaqi). Oleh karena nikah merupakan sunnah Rasul, maka selayaknya proses menuju pernikahan, tata cara (prosesi) pernikahan dan bahkan kehidupan pasca pernikahan harus mencontoh Rasul. Misalnya saat hendak menentukan pasangan hidup hendaknya lebih mengutamakan kriteria ad Dien (agama/akhlaq) sebelum hal-hal lainnya (kecantikan/ketampanan, keturunan, dan harta); dalam prosesi pernikahan (walimatul ‘urusy) hendaknya juga dihindari hal-hal yang berlebihan (mubadzir), tradisi yang menyimpang (khurafat) dan kondisi bercampur baur (ikhtilath). Kemudian dalam kehidupan berumah tangga pasca pernikahan hendaknya berupaya membiasakan diri dengan adab dan akhlaq seperti yang dicontohkan Rasulullah saw.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Menikah merupakan upaya menjaga kehormatan dan kesucian diri, artinya seorang yang telah menikah semestinya lebih terjaga dari perangkap zina dan mampu mengendalikan syahwatnya. Allah SWT akan memberikan pertolong-an kepada mereka yang mengambil langkah ini; “ Tiga golongan yang wajib Aku (Allah) menolongnya, salah satunya adalah orang yang menikah karena ingin menjaga kesucian dirinya.” (HR. Tarmidzi)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Menikah juga merupakan tangga kedua setelah pembentukan pribadi muslim (syahsiyah islamiyah) dalam tahapan amal dakwah, artinya menjadikan keluarga sebagai ladang beramal dalam rangka membentuk keluarga muslim teladan (usrah islami) yang diwarnai akhlak Islam dalam segala aktifitas dan interaksi seluruh anggota keluarga, sehingga mampu menjadi rahmatan lil ‘alamin bagi masyarakat sekitarnya. Dengan adanya keluarga-keluarga muslim pembawa rahmat diharapkan dapat terwujud komunitas dan lingkungan masyarakat yang sejahtera.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">2. Sikap saling terbuka (Mushorohah)</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Secara fisik suami isteri telah dihalalkan oleh Allah SWT untuk saling terbuka saat jima’ (bersenggama), padahal sebelum menikah hal itu adalah sesuatu yang diharamkan. Maka hakikatnya keterbukaan itu pun harus diwujudkan dalam interaksi kejiwaan (syu’ur), pemikiran (fikrah), dan sikap (mauqif) serta tingkah laku (suluk), sehingga masing-masing dapat secara utuh mengenal hakikat kepribadian suami/isteri-nya dan dapat memupuk sikap saling percaya (tsiqoh) di antara keduanya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Hal itu dapat dicapai bila suami/isteri saling terbuka dalam segala hal menyangkut perasaan dan keinginan, ide dan pendapat, serta sifat dan kepribadian. Jangan sampai terjadi seorang suami/isteri memendam perasaan tidak enak kepada pasangannya karena prasangka buruk, atau karena kelemahan/kesalahan yang ada pada suami/isteri. Jika hal yang demikian terjadi hal yang demikian, hendaknya suami/isteri segera introspeksi (bermuhasabah) dan mengklarifikasi penyebab masalah atas dasar cinta dan kasih sayang, selanjutnya mencari solusi bersama untuk penyelesaiannya. Namun apabila perasaan tidak enak itu dibiarkan maka dapat menyebabkan interaksi suami/isteri menjadi tidak sehat dan potensial menjadi sumber konflik berkepanjangan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">3. Sikap toleran (Tasamuh)</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Dua insan yang berbeda latar belakang sosial, budaya, pendidikan, dan pengalaman hidup bersatu dalam pernikahan, tentunya akan menimbulkan terjadinya perbedaan-perbedaan dalam cara berfikir, memandang suatu permasalahan, cara bersikap/bertindak, juga selera (makanan, pakaian, dsb). Potensi perbedaan tersebut apabila tidak disikapi dengan sikap toleran (tasamuh) dapat menjadi sumber konflik/perdebatan. Oleh karena itu masing-masing suami/isteri harus mengenali dan menyadari kelemahan dan kelebihan pasangannya, kemudian berusaha untuk memperbaiki kelemahan yang ada dan memupuk kelebihannya. Layaknya sebagai pakaian (seperti yang Allah sebutkan dalam QS. Albaqarah:187), maka suami/isteri harus mampu mem-percantik penampilan, artinya berusaha memupuk kebaikan yang ada (capacity building); dan menutup aurat artinya berupaya meminimalisir kelemahan/kekurangan yang ada.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Prinsip “hunna libasullakum wa antum libasullahun (QS. 2:187) antara suami dan isteri harus selalu dipegang, karena pada hakikatnya suami/isteri telah menjadi satu kesatuan yang tidak boleh dipandang secara terpisah. Kebaikan apapun yang ada pada suami merupakan kebaikan bagi isteri, begitu sebaliknya; dan kekurangan/ kelemahan apapun yang ada pada suami merupakan kekurangan/kelemahan bagi isteri, begitu sebaliknya; sehingga muncul rasa tanggung jawab bersama untuk memupuk kebaikan yang ada dan memperbaiki kelemahan yang ada.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Sikap toleran juga menuntut adanya sikap mema’afkan, yang meliputi 3 (tiga) tingkatan, yaitu: (1) Al ‘Afwu yaitu mema’afkan orang jika memang diminta, (2) As-Shofhu yaitu mema’afkan orang lain walaupun tidak diminta, dan (3) Al-Maghfirah yaitu memintakan ampun pada Allah untuk orang lain. Dalam kehidupan rumah tangga, seringkali sikap ini belum menjadi kebiasaan yang melekat, sehingga kesalahan-kesalahan kecil dari pasangan suami/isteri kadangkala menjadi awal konflik yang berlarut-larut. Tentu saja “mema’afkan” bukan berarti “membiarkan” kesalahan terus terjadi, tetapi mema’afkan berarti berusaha untuk memberikan perbaikan dan peningkatan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">4. Komunikasi (Musyawarah)</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Tersumbatnya saluran komunikasi suami-isteri atau orang tua-anak dalam kehidupan rumah tangga akan menjadi awal kehidupan rumah tangga yang tidak harmonis. Komunikasi sangat penting, disamping akan meningkatkan jalinan cinta kasih juga menghindari terjadinya kesalahfahaman.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Kesibukan masing-masing jangan sampai membuat komunikasi suami-isteri atau orang tua-anak menjadi terputus. Banyak saat/kesempatan yang bisa dimanfaatkan, sehingga waktu pertemuan yang sedikit bisa memberikan kesan yang baik dan mendalam yaitu dengan cara memberikan perhatian (empati), kesediaan untuk mendengar, dan memberikan respon berupa jawaban atau alternatif solusi. Misalnya saat bersama setelah menunaikan shalat berjama’ah, saat bersama belajar, saat bersama makan malam, saat bersama liburan (rihlah), dan saat-saat lain dalam interaksi keseharian, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan memanfaatkan sarana telekomunikasi berupa surat, telephone, email, dsb.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Alqur’an dengan indah menggambarkan bagaimana proses komunikasi itu berlangsung dalam keluarga Ibrahim As sebagaimana dikisahkan dalam QS.As-Shaaffaat:102, yaitu : “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata; Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu, Ia menjawab; Hai Bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Ibrah yang dapat diambil dalam kisah tersebut adalah adanya komunikasi yang timbal balik antara orang tua-anak, Ibrahim mengutarakan dengan bahasa dialog yaitu meminta pendapat pada Ismail bukan menetapkan keputusan, adanya keyakinan kuat atas kekuasaan Allah, adanya sikap tunduk/patuh atas perintah Allah, dan adanya sikap pasrah dan tawakkal kepada Allah; sehingga perintah yang berat dan tidak logis tersebut dapat terlaksana dengan kehendak Allah yang menggantikan Ismail dengan seekor kibas yang sehat dan besar.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">5. Sabar dan Syukur</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Allah SWT mengingatkan kita dalam Alqur’an surat At Taghabun ayat 14: ”Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya diantara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Dan jika kamu mema’afkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Peringatan Allah tersebut nyata dalam kehidupan rumah tangga dimana sikap dan tindak tanduk suami/istri dan anak-anak kadangkala menunjukkan sikap seperti seorang musuh, misalnya dalam bentuk menghalangi-halangi langkah dakwah walaupun tidak secara langsung, tuntutan uang belanja yang nilainya di luar kemampuan, menuntut perhatian dan waktu yang lebih, prasangka buruk terhadap suami/isteri, tidak merasa puas dengan pelayanan/nafkah yang diberikan isteri/suami, anak-anak yang aktif dan senang membuat keributan, permintaan anak yang berlebihan, pendidikan dan pergaulan anak, dan sebagainya. Jika hal-hal tersebut tidak dihadapi dengan kesabaran dan keteguhan hati, bukan tidak mungkin akan membawa pada jurang kehancuran rumah tangga.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Dengan kesadaran awal bahwa isteri dan anak-anak dapat berpeluang menjadi musuh, maka sepatutnya kita berbekal diri dengan kesabaran. Merupakan bagian dari kesabaran adalah keridhaan kita menerima kelemahan/kekurangan pasangan suami/isteri yang memang diluar kesang-gupannya. Penerimaan terhadap suami/isteri harus penuh sebagai satu “paket”, dia dengan segala hal yang melekat pada dirinya, adalah dia yang harus kita terima secara utuh, begitupun penerimaan kita kepada anak-anak dengan segala potensi dan kecenderungannya. Ibaratnya kesabaran dalam kehidupan rumah tangga merupakan hal yang fundamental (asasi) untuk mencapai keberkahan, sebagaimana ungkapan bijak berikut:“Pernikahan adalah Fakultas Kesabaran dari Universitas Kehidupan”. Mereka yang lulus dari Fakultas Kesabaran akan meraih banyak keberkahan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Syukur juga merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dalam kehidupan berumah tangga. Rasulullah mensinyalir bahwa banyak di antara penghuni neraka adalah kaum wanita, disebabkan mereka tidak bersyukur kepada suaminya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Mensyukuri rezeki yang diberikan Allah lewat jerih payah suami seberapapun besarnya dan bersyukur atas keadaan suami tanpa perlu membanding-bandingkan dengan suami orang lain, adalah modal mahal dalam meraih keberkahan; begitupun syukur terhadap keberadaan anak-anak dengan segala potensi dan kecenderungannya, adalah modal masa depan yang harus dipersiapkan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Dalam keluarga harus dihidupkan semangat “memberi” kebaikan, bukan semangat “menuntut” kebaikan, sehingga akan terjadi surplus kebaikan. Inilah wujud tambahnya kenikmatan dari Allah, sebagaimana firmannya: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih (QS. Ibrahim:7).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Mensyukuri kehadiran keturunan sebagai karunia Allah, harus diwujudkan dalam bentuk mendidik mereka dengan pendidikan Rabbani sehingga menjadi keturunan yang menyejukkan hati. Keturunan yang mampu mengemban misi risalah dien ini untuk masa mendatang, maka jangan pernah bosan untuk selalu memanjatkan do’a:</span></p>
<p style="margin-left:40pt;text-align:justify;"><em><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Ya Rabb kami karuniakanlah kami isteri dan keturunan yang sedap dipandang mata, dan jadikanlah kami pemimpin orang yang bertaqwa.</span></em></p>
<p style="margin-left:40pt;text-align:justify;"><em><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Ya Rabb kami karuniakanlah kami anak-anak yang sholeh.</span></em></p>
<p style="margin-left:40pt;text-align:justify;"><em><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Ya Rabb kami karuniakanlah kami dari sisi Engkau keturunan yang baik.</span></em></p>
<p style="margin-left:40pt;text-align:justify;"><em><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Ya Rabb kami karuniakanlah kami dari sisi Engkau keturunan yang Engkau Ridha-i.</span></em></p>
<p style="margin-left:40pt;text-align:justify;"><em><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Ya Rabb kami jadikanlah kami dan keturunan kami orang yang mendirikan shalat.</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Do’a diatas adalah ungkapan harapan para Nabi dan Rasul tentang sifat-sifat (muwashshofat) ketuturunan (dzurriyaat) yang diinginkan, sebagaimana diabadikan Allah dalam Alqur’an (QS. Al-Furqon:74; QS. Ash-Shaafaat:100 ; QS.Al-Imran:38; QS. Maryam: 5-6; dan QS. Ibrahim:40). Pada intinya keturun-an yang diharapkan adalah keturunan yang sedap dipandang mata (Qurrota a’yun), yaitu keturunan yang memiliki sifat penciptaan jasad yang sempurna (thoyyiba), ruhaniyah yang baik (sholih), diridhai Allah karena misi risalah dien yang diperjuangkannya (wali radhi), dan senantiasa dekat dan bersama Allah (muqiimash-sholat).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Demikianlah hendaknya harapan kita terhadap anak, agar mereka memiliki muwashofaat tersebut, disamping upaya (ikhtiar) kita memilihkan guru/sekolah yang baik, lingkungan yang sehat, makanan yang halal dan baik (thoyyib), fasilitas yang memadai, keteladanan dalam keseharian, dsb; hendaknya kita selalu memanjatkan do’a tersebut.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">6. Sikap yang santun dan bijak (Mu’asyarah bil Ma’ruf)</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Merawat cinta kasih dalam keluarga ibaratnya seperti merawat tanaman, maka pernikahan dan cinta kasih harus juga dirawat agar tumbuh subur dan indah, diantaranya dengan mu’asyarah bil ma’ruf. Rasulullah saw menyatakan bahwa : “Sebaik-baik orang diantara kamu adalah orang yang paling baik terhadap isterinya, dan aku (Rasulullah) adalah orang yang paling baik terhadap isteriku.” (HR.Thabrani &amp; Tirmidzi)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Sikap yang santun dan bijak dari seluruh anggota keluarga dalam interaksi kehidupan berumah tangga akan menciptakan suasana yang nyaman dan indah. Suasana yang demikian sangat penting untuk perkembangan kejiwaan (maknawiyah) anak-anak dan pengkondisian suasana untuk betah tinggal di rumah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Ungkapan yang menyatakan “Baiti Jannati” (Rumahku Syurgaku) bukan semata dapat diwujudkan dengan lengkapnya fasilitas dan luasnya rumah tinggal, akan tetapi lebih disebabkan oleh suasana interaktif antara suami-isteri dan orang tua-anak yang penuh santun dan bijaksana, sehingga tercipta kondisi yang penuh keakraban, kedamain, dan cinta kasih.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Sikap yang santun dan bijak merupakan cermin dari kondisi ruhiyah yang mapan. Ketika kondisi ruhiyah seseorang labil maka kecenderungannya ia akan bersikap emosional dan marah-marah, sebab syetan akan sangat mudah mempengaruhinya. Oleh karena itu Rasulullah saw mengingatkan secara berulang-ulang agar jangan marah (Laa tagdlob). Bila muncul amarah karena sebab-sebab pribadi, segeralah menahan diri dengan beristigfar dan mohon perlindungan Allah (ta’awudz billah), bila masih merasa marah hendaknya berwudlu dan mendirikan shalat. Namun bila muncul marah karena sebab orang lain, berusahalah tetap menahan diri dan berilah ma’af, karena Allah menyukai orang yang suka mema’afkan. Ingatlah, bila karena sesuatu hal kita telanjur marah kepada anak/isteri/suami, segeralah minta ma’af dan berbuat baiklah sehingga kesan (atsar) buruk dari marah bisa hilang. Sesungguhnya dampak dari kemarahan sangat tidak baik bagi jiwa, baik orang yang marah maupun bagi orang yang dimarahi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">7. Kuatnya hubungan dengan Allah (Quwwatu shilah billah)</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Hubungan yang kuat dengan Allah dapat menghasilkan keteguhan hati (kemapanan ruhiyah), sebagaimana Allah tegaskan dalam QS. Ar-Ra’du:28. “Ketahuilah dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenang”. Keberhasilan dalam meniti kehidupan rumah tangga sangat dipengaruhi oleh keteguhan hati/ketenangan jiwa, yang bergantung hanya kepada Allah saja (ta’alluq billah). Tanpa adanya kedekatan hubungan dengan Allah, mustahil seseorang dapat mewujudkan tuntutan-tuntutan besar dalam kehidupan rumah tangga. Rasulullah saw sendiri selalu memanjatkan do’a agar mendapatkan keteguhan hati: “Yaa muqollibal quluub tsabbit qolbiy ‘alaa diinika wa’ala thoo’atika” (wahai yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku untuk tetap konsisten dalam dien-Mu dan dalam menta’ati-Mu).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Keteguhan hati dapat diwujudkan dengan pendekatan diri kepada Allah (taqarrub ila Allah), sehingga ia merasakan kebersamaan Allah dalam segala aktifitasnya (ma’iyatullah) dan selalu merasa diawasi Allah dalam segenap tindakannya (muraqobatullah). Perasaan tersebut harus dilatih dan ditumbuhkan dalam lingkungan keluarga, melalui pembiasaan keluarga untuk melaksanakan ibadah nafilah secara bertahap dan dimutaba’ah bersama, seperti : tilawah, shalat tahajjud, shaum, infaq, do’a, ma’tsurat, dll. Pembiasaan dalam aktifitas tersebut dapat menjadi sarana menjalin keakraban dan persaudaraan (ukhuwah) seluruh anggota keluarga, dan yang penting dapat menjadi sarana mencapai taqwa dimana Allah swt menjamin orang-orang yang bertaqwa, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Ath-Thalaaq: 2-3.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan bagi-nya jalan keluar (solusi) dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupi (keperluan) nya.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">8. Wujud indahnya keberkahan keluarga</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Keberkahan dari Allah akan muncul dalam bentuk kebahagiaan hidup berumah tangga, baik kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Kebahagiaan di dunia, boleh jadi tidak selalu identik dengan kehidupan yang mewah dengan rumah dan perabotan yang serba lux. Hati yang selalu tenang (muthma’innah), fikiran dan perasaan yang selalu nyaman adalah bentuk kebahagiaan yang tidak bisa digantikan dengan materi/kemewahan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Kebahagiaan hati akan semakin lengkap jika memang bisa kita sempurnakan dengan 4 (empat) hal seperti dinyatakan oleh Rasulullah, yaitu : (1) Isteri yang sholihah, (2) Rumah yang luas, (3) Kendaraan yang nyaman, dan (4) Tetangga yang baik.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Kita bisa saja memanfaatkan fasilitas rumah yang luas dan kendaraan yang nyaman tanpa harus memiliki, misalnya di saat-saat rihlah, safar, silaturahmi, atau menempati rumah dan kendaraan dinas. Paling tidak keterbatasan ekonomi yang ada tidak sampai mengurangi kebahagiaan yang dirasakan, karena pemilik hakiki adalah Allah swt yang telah menyediakan syurga dengan segala kenikmatan yang tak terbatas bagi hamba-hamba-Nya yang bertaqwa, dan menjadikan segala apa yang ada di dunia ini sebagai cobaan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Kebahagiaan yang lebih penting adalah kebahagiaan hidup di akhirat, dalam wujud dijauhkannya kita dari api neraka dan dimasukkannya kita dalam syurga. Itulah hakikat sukses hidup di dunia ini, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Imran : 185</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan kedalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Selanjutnya alangkah indahnya ketika Allah kemudian memanggil dan memerintahkan kita bersama-sama isteri/suami dan anak-anak untuk masuk kedalam syurga; sebagaimana dikhabarkan Allah dengan firman-Nya:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">“Masuklah kamu ke dalam syurga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan”. (QS, Az-Zukhruf:70)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">“Dan orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, kami hubungkan (pertemukan) anak cucu mereka dengan mereka (di syurga), dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. (QS. Ath-Thuur:21).</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Inilah keberkahan yang hakiki. []</span></p>
<br />Posted in Family Guideline Tagged: Keluarga <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nichwans.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nichwans.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nichwans.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nichwans.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nichwans.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nichwans.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nichwans.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nichwans.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nichwans.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nichwans.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nichwans.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nichwans.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nichwans.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nichwans.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=20&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nichwans.wordpress.com/2009/01/13/agar-pernikahan-membawa-berkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66e568c3c9190a3feab77708fecda22f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ichwan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gemuruh Roda Kapitalisme</title>
		<link>http://nichwans.wordpress.com/2009/01/13/gemuruh-roda-kapitalisme/</link>
		<comments>http://nichwans.wordpress.com/2009/01/13/gemuruh-roda-kapitalisme/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2009 23:32:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Nui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nichwans.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: DR. Amir Faishol Fath Aku menyaksikan bagaimana manusia dalam ruh kapitalisme kehilangan dirinya. Manusia tidak mengerti siapakah dirinya. Apakah ia bagian dari barang dagangan? Apakah ia binatang tanpa akal? Apakah ia bagian dari mesin industri yang harus bekerja siang dan malam tanpa istirahat sama sekali? Apakah ia hanya makhluk fisik tanpa ruhani? Mereka bingung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=17&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: DR. Amir Faishol</p>
<p>Fath Aku menyaksikan bagaimana manusia dalam ruh kapitalisme kehilangan dirinya. Manusia tidak mengerti siapakah dirinya. Apakah ia bagian dari barang dagangan? Apakah ia binatang tanpa akal? Apakah ia bagian dari mesin industri yang harus bekerja siang dan malam tanpa istirahat sama sekali? Apakah ia hanya makhluk fisik tanpa ruhani? Mereka bingung tidak tahu kemana harus melangkah. Diskusi keseharian mereka hanyalah seputar uang ke uang. Tidak ada waktu lagi bagi mereka untuk sejenak bersujud kepada Sang Pencipta. Mereka bisa berbuat apa saja yang mereka sukai, yang penting bagaimana menghasilkan uang. Tidak perduli entah dengan merampok, mencuri atau menjual harga dirinya bahkan menjual dirinya secara keseluruhan. Bagi mereka semuanya boleh. Segala cara halal (tidak ada yang haram) yang penting tujuan tercapai. Kapitalisme benar-benar telah menyeret kemanusiaan ke dalam rimba yang gelap. Manusia di dalamnya menjadi buta. Buta masa depannya, karena bagi mereka masa depan hanyalah bagaimana mendapatkan uang sebanyak-banyknya. Buta terhadap dirinya, karena bagi mereka manusia hanyalah makhluk fisik tanpa ruhani. Buta terhadap kemanusiaan, karena bagi mereka hukum kapital yang berlalu. Tak perduli berapapun manusia yang harus menjadi korban, yang penting aku semakin kaya. Buta terhadap dunia, karena mereka tidak tahu bahwa ada alam akhirat setelah dunia berakhir. Mereka mengira bahwa dunia segala-galanya. Kapitalisme telah membuat manusia menjadi barang dagangan. Perhatikan bagaimana mereka tidak merasa malu menjual harga dirinya. Menjual auratnya dalam iklan-iklan yang mengumbar nafsu. Menjual apa saja yang ia punya demi uang. Dan menjadi budak apa saja demi popularitas dan kekayaan. Berbagai tayangan mereka lakukan dengan segala cara tanpa ada rasa malu sedikitpun. Akal yang Allah bekalkan kepada mereka tidak dipergunakan lagi secara proporsional. Agama hanyalah sampingan, bahkan di mata mereka harus disingkirkan jau-jauh dari kehidupan. Mereka tidak perlu lagi bimbingan wahyu, sebab wahyu tidak mendatangkan uang. Mereka hanya butuh apa saja yang mendatangkan uang. Kapitalisme telah membuat manusia menjadi binatang yang ganas dan kejam. Lebih kejam dari singa dalam hutan rimba. Bila singa hanya menangkap mangsanya pada saat ia lapar, tetapi manusia dalam kapitalisme bisa memusnahkan sejumlah manusia tanpa batas. Tak perduli anak-anak kecil yang tidak berdosa, tak perduli orang-orang tua yang tidak berdaya, semua harus menjadi korban kerakusan. Tidak sedikit dari orang tua yang merintih karena kehilangan anaknya dalam peperangan. Tidak sedikit dari nyawa manusia yang melayang karena perebutan kekuasaan. Tidak sedikit dari rakyat kecil meronta-ronta karena korupsi para penguasa. Tidak sedikit dari para pedagang kecil yang tercekik karena sistem riba yang dipaksakan. Tidak sedikit orang-orang yang bunuh diri karena terjepit beban credit card. Semua ini tergerakkan oleh mesin kepitalisme. Kepitalisme telah membuat manusia menjadi seperti mesin. Siang dan melam mereka bekerja. Di Amerika aku menyaksikan orang-orang melakukan teleconference tengah malam sampai pagi. Orang-orang melakuakan seminar tentang bisnis jam tiga malam. Di New York ada sebuah tempat dikenal dengan Time Square. Orang-orang menyebutnya dengan City Never Sleep. Aku melihat bahwa kota itu benar-benar dua puluh empat jam menyala. Orang-orang selalu ramai di sana. Aku tidak tahu apa yang mereka cari di sana. Yang jelas di sana orang-orang berseleweran bagai laron silih berganti. Berita tentang uang dan peredarannya ditayangkan siang dan malam. Pagi harinya mereka bekerja lagi sampai malam. Aku menyaksikan orang-orang bekerja dua puluh empat jam berturut-turut. Dalam hati aku bertanya: Kapan mereka beribadah secara ruhani. Di setiap belahan kota yang aku lewati, tidak pernah aku mendengar adzan seperti yang aku dengar di negeriku Indonesia. ”Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang mukmin dan beramal shaleh ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. Dan Jahannam adalah tempat tinggal mereka.” Muhamamd : 12 Jelasnya, bahwa manusia modern kini –dimanapun mereka berada- telah tenggelam dalam gemuruh roda kapitalisme. Banyak orang-orang Islam, menjadi lemah iman karena terperangkap kapitalisme. Mereka sudah tidak sempat lagi menjawab adzan. Telinga mereka menjadi terusik ketika mendengar orang-orang membaca Al Qur’an. Lidah mereka terasa berat untuk bertasbih dan berisitighfar, apalagi membaca Al Qur’an. Tetapi kalau berbicara tentang bisnis mereka fasih dan meyakinkan. Obrolan sehari-hari tidak lebih dari masalah bisnis dan perniagaan. Bila diajak hadir di pengajian, banyak alasan untuk menghindar. Entah ada rapat atau keluar kota dan lain sebagainya. Tetapi bila diajak untuk meeting tentang uang, tidak ada capeknya. Kapan pun mata mereka selalu segar. Masjid di depan matanya tidak tampak lagi. Setiap waktu shalat tiba, tidak pernah terlintas dalam pikirannya untuk singgah sejenak di masjid untuk melakukan shalat berjamaah. Padahal itu kewajiban utama. Namun kepitalisme telah begitu jauh mencekam ruhaninya sampai ke tulang sumsumnya. Itulah akibatnya. Ia menjadi seperti mereka yang tidak beriman kepada Allah swt. ”Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan.” Al Baqarah : 96. Wallahu a’lam bishshawab.</p>
<br />Posted in Opini  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nichwans.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nichwans.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nichwans.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nichwans.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nichwans.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nichwans.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nichwans.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nichwans.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nichwans.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nichwans.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nichwans.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nichwans.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nichwans.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nichwans.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nichwans.wordpress.com&amp;blog=4822610&amp;post=17&amp;subd=nichwans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nichwans.wordpress.com/2009/01/13/gemuruh-roda-kapitalisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66e568c3c9190a3feab77708fecda22f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ichwan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
