Opini

Islam Agama Solusi

Dewasa ini banyak terjadi kesalah pahaman kaum Muslim mengenai ajaran Islam. Mereka menganggap, bahwa Islam ada hanya untuk mengatur aspek kerohanian dan ibadah semata. Menurut mereka, di dalam Islam tidak terdapat aturan selain untuk kedua perkara itu. Padahal sesungguhnya, Islam adalah agama yang memuat solusi untuk seluruh problem kehidupan manusia. Mulai dari aqidah, ibadah, akhlaq sampai berbagai muamalah seperti ekonomi, pendidikan, peradilan bahkan pemerintahan.

Kesalahan dalam memahami hakikat Islam itu, berakibat pada tidak sempurnanya penerapan ajaran Islam oleh kaum Muslim. Mereka hanya mengambil sebagian ajaran Islam yakni dalam perkara ibadah atau kerohanian saja. Sementara aspek muamalah lainnya mereka serahkan pengaturannya kepada aturan selain Islam. Sehingga, mereka terlihat Islam ketika sedang beribadah, tapi di luar itu mereka sulit dibedakan dari umat lainnya.

Ruang Lingkup Ajaran Islam

Taqiyuddin an-Nabhani ketika mendefinisikan Islam menyebutkan, “Islam adalah agama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk mengatur hubungan manusia dengan khaliq-nya, dengan dirinya dan dengan manusia sesamanya”. Hubungan manusia dengan khaliq-nya tercakup dalam perkara aqidah dan ibadah. Hubungan manusia dengan dirinya tercakup dalam perkara akhlaq, makanan (mathumat), dan pakaian (malbutsat). Sedangkan hubungan manusia dengan sesamanya tercakup dalam perkara mu’amalah dan uqubat (sanksi).

Berdasarkan definisi ini, jelaslah bahwa Islam diturunkan untuk mengatur seluruh aspek kehidupan. Baik pribadi, masyarakat maupun negara. Menyangkut ibadah, akhlaq, sosial, ekonomi, politik, budaya, pendidikan, peradilan dan pemerintahan. Tandasnya, Islam adalah agama yang telah disempurnakan oleh Allah untuk mengatur kehidupan umat manusia. Allah SWT berfirman :

“Hari ini telah kusempurnakan bagimu agamamu, dan telah kucukupkan kepadamu nikmatku, dan telah kuridhoi Islam sebagai agamamu” (TQS. Almaidah : 3)

Tidak bisa dibenarkan, apabila umat Islam hanya mengambil sebagian saja dari keseluruhan ajaran Islam. Karena seluruh ajaran Islam dan hukum-hukumnya mengenai akidah, syariah, akhlaq, ibadah, dan muamalah tidak akan ada hasilnya, kecuali apabila diambil secara integral. Sebab, yang satu melengkapi yang lainnya. Ajaran dan hukum-hukum Islam itu bisa diibaratkan bagaikan sebuah “resep dokter” yang utuh dan terdiri dari racikan yang integral, obat yang beragam, dan pantangan dari beberapa hal. Agar resep tersebut bisa mencapai sasarannya, maka harus dijalankan secara keseluruhan sesuai dengan aturan. Sebab, jika sebagian ditinggalkan, akan mempengaruhi hasil secara total.

Allah memberi ancaman dengan adzab yang berat kepada siapa saja yang memilah-milah ketika menjalankan hukum-hukum-Nya. Dia berfirman:

Artinya : “…..Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat (TQS. al-Baqarah : 85)

Berdasarkan ayat di atas, boleh jadi kebodohan, kemiskinan, kelemahan, krisis ekonomi, tekanan politik dan intimidasi kaum kafir yang dialami kaum Muslimin saat ini tidak lain adalah sebuah kenistaan yang Allah janjikan dalam firman-Nya tadi. Naudzubillahi min dzalik.

Yang Harus Dilakukan

Jika selama ini kita menerapkan Islam baru terbatas pada ibadah ritual saja; suka memilah-milah hukum Allah; hanya mengambil sebagian hukum lalu membuang sebagian lainnya; hanya merasa diawasi oleh Allah saat sedang sholat, sedang di masjid; hanya pasrah dan tunduk pada hukum kufur yang diterapkan pemerintah kepada kita, maka, setidaknya ada dua hal yang harus kita lakukan saat ini. Pertama, kita harus segera bertaubat atas semua kekhilafan yang telah kita lakukan. Tentunya, taubat yang sebenar-benarnya kepada Allah SWT, yakni taubat yang didasari oleh penyesalan mendalam dan keinginan untuk tidak mengulangi hal serupa serta tekad untuk memperbaiki diri. Untuk membuktikan kesungguhan taubat yang kita lakukan, perlu adanya langkah kedua, yakni kita harus mengusahakan sekuat tenaga agar semua hukum-hukum Islam dapat ditegakkan dalam seluruh aspek kehidupan manusia baik oleh pribadi, masyarakat maupun negara. Menyangkut ibadah, akhlak, sosial, politik, ekonomi, budaya, pendidikan, dan sebagainya. Kita harus bersungguh-sungguh dalam upaya penegakkan Khilafah Islamiyah yang akan merealisasikan penerapan syariat Islam di tengah-tengah umat manusia. Wallahu a’lam bishowab

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: